Upaya Maestro Lengger Rianto Angkat Budaya lewat Banyumas Ngibing 2026

  • 24 Apr 2026 12:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Banyumas Ngibing 2026 yang menghadirkan aksi menari selama 24 jam dinilai menjadi momentum penting dalam pelestarian seni tradisional Banyumasan sekaligus promosi pariwisata di kawasan Kota Lama Banyumas. Hal tersebut disampaikan oleh pegiat seni, Rianto yang juga merupakan seorang penari lengger lanang.

Rianto mengatakan kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kota Lama Banyumas tersebut diharapkan menjadi ikon yang memperkenalkan kekayaan seni serta potensi wisata yang ada di sekitar. Menurutnya, kawasan ini memiliki berbagai destinasi bersejarah seperti Museum Wayang, Pendopo Adipati Mrapat, Taman Sari Mruyung, Baluwarti, hingga Klenteng Boen Tek Bio.

“Banyumas Ngibing 24 jam menari ini menjadi ikon untuk memperkenalkan seni dan budaya, khususnya di Banyumas, dan juga tempat-tempat wisata atau ikon-ikon wisata yang ada di Kota Lama,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Rabu, (22/4/2026).

Namun demikian, ia mengakui keterbatasan jumlah penari laki-laki di Banyumas menjadi tantangan tersendiri dalam pelestarian seni tradisional Banyumasan, khususnya kesenian lengger. Untuk itu, Rianto menekankan pentingnya inovasi dalam mengemas seni tradisional agar tetap menarik bagi generasi muda tanpa meninggalkan nilai dasarnya.

“Justru kita akan mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti anak-anak yang sudah mulai berpikir modern. Jadi tradisi akan berjalan bersama-sama supaya mereka juga bisa mengerti antara dasar-dasar tradisi dan bagaimana mau mengkreasi dari tradisi yang mereka ketahui,” katanya.

Selain pertunjukan seni, Banyumas Ngibing 2026 juga akan menghadirkan program kreatif seperti pembuatan mural sepanjang 100 meter yang nantinya diolah menjadi produk kerajinan edisi terbatas. Kegiatan ini juga mengusung konsep ramah lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai guna.

Ke depan, Banyumas Ngibing 2026 diharapkan dapat menjadi tolok ukur untuk pengembangan event serupa di tingkat yang lebih besar. Rianto menargetkan gelaran ini dapat masuk ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) pada tahun berikutnya. (Manda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....