Kota Serang Tembus Tiga Besar Indeks Daya Saing Daerah di Banten

  • 22 Apr 2026 17:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kota Serang masuk tiga besar Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Provinsi Banten dengan capaian nilai melampaui rata-rata nasional. Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat skor Kota Serang mencapai 4,08. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Banten sebesar 3,95 dan nasional di level 3,50.

Posisi tersebut menempatkan Kota Serang di atas Kabupaten Tangerang (3,99) dan Kabupaten Serang (3,88). Sementara itu, Kota Tangerang Selatan (4,20) dan Kota Tangerang (4,13) masih berada di posisi lebih tinggi. Kota Serang juga mencatatkan nilai di atas Kota Cilegon (3,66), Lebak (3,41), dan Pandeglang (3,24).

Penilaian IDSD dilakukan berdasarkan 12 pilar, meliputi institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamika bisnis, serta kapabilitas inovasi.

Kekuatan utama Kota Serang terlihat pada sektor ekonomi kerakyatan. Pilar pasar produk mencatat skor tinggi di angka 4,93. Sementara dinamika bisnis mencapai 3,43, tertinggi di Provinsi Banten.

Kondisi ini menunjukkan aktivitas usaha, khususnya UMKM, tumbuh aktif dengan perputaran ekonomi yang stabil. Pemanfaatan teknologi juga cukup tinggi dengan skor adopsi TIK mencapai 4,82, menandakan pelaku usaha mulai mengoptimalkan platform digital.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menilai capaian tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja aparatur. “Alhamdulillah, berarti saya harus tingkatkan kinerjanya. Apapun hasil yang bagus untuk pemerintah, tidak membuat puas. Yang utama masyarakat merasakan manfaatnya. Sekarang trennya kerja nyata,” ujar Budi, Rabu, 22 April 2026.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terus meningkatkan kinerja dan memastikan dampaknya dirasakan masyarakat.

Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyebut peningkatan daya saing dipengaruhi kebijakan yang memberi kemudahan bagi pelaku usaha mikro.

Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan mencakup bantuan kemasan produk, keterlibatan dalam berbagai kegiatan promosi, hingga kemudahan dan pembiayaan proses perizinan usaha. “Aspek tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan indeks daya saing daerah,” kata Wahyu.

Asisten Daerah II Pemkot Serang, Yudi Suryadi, menambahkan pertumbuhan usaha kuliner seperti kafe dan rumah makan ikut mendorong dinamika bisnis. Mayoritas pelaku usaha di Kota Serang berasal dari sektor UMKM dan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Menurutnya, penguatan pembinaan, pelatihan, hingga fasilitasi perizinan dan sertifikasi akan terus dilakukan agar pelaku usaha dapat berkembang. Capaian ini memperkuat posisi Kota Serang sebagai daerah dengan iklim usaha yang berkembang dan aktivitas ekonomi yang terus bergerak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....