El Nino Menguji Ketahanan Pertanian Banyumas
- 22 Apr 2026 10:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian di Kabupaten Banyumas menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan air yang menjadi faktor utama dalam keberhasilan produksi pertanian, terutama pada tanaman pangan.
Kepala Dinas Pertanian Arif Sukmo Buwono, S.T., M.M., menjelaskan bahwa El Nino dapat menimbulkan kekurangan air yang cukup signifikan. Hal ini tentu berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman, khususnya pada fase vegetatif yang sangat membutuhkan suplai air yang cukup agar tanaman dapat tumbuh optimal.
“Mengkhawatirkan bila tidak ada antisipasi ya, tentunya karena memang El Nino itu berarti terjadinya kekurangan, akan terjadi dampak kekurangan air. Terutama gangguan pada fase vegetatif,” ujarnya kepada RRI, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan bahwa terganggunya fase vegetatif akan berdampak pada fase selanjutnya, yaitu fase generatif. Jika tanaman tidak tumbuh dengan baik di awal, maka produktivitas hasil panen pun akan ikut menurun.
Komoditas yang paling rentan terdampak kondisi ini adalah padi. Tanaman padi membutuhkan air dalam jumlah cukup besar, terutama pada fase awal pertumbuhan. Sementara itu, tanaman seperti jagung dan palawija dinilai lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.
“Kondisi yang paling rentan tentunya adalah komoditas padi, karena memang kecukupan air pada fase vegetatif itu yang paling penting,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga. Di antaranya melalui pembangunan dan optimalisasi sumber-sumber air seperti embung, jaringan irigasi, long storage, hingga pemanfaatan air tanah dan sistem irigasi perpompaan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong petani untuk lebih adaptif terhadap kondisi iklim. Salah satunya dengan menanam komoditas yang lebih tahan terhadap kekurangan air, seperti padi gogo, jagung, dan berbagai jenis palawija, terutama di wilayah yang diprediksi terdampak El Nino.
“Kelompok tani harus memiliki kesadaran informasi untuk menanam komoditas yang tahan air, sedikit air, sehingga dampaknya bisa kita perkecil,” ucapnya. (Ilham Ramdhani).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....