Hadapi El Nino, Dinas Pertanian Banyumas Siapkan Strategi Cegah Gagal Panen
- 22 Apr 2026 10:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang, Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas menyiapkan sejumlah strategi. Upaya tersebut difokuskan untuk mencegah gagal panen, khususnya di sektor tanaman pangan.
Kepala Dinas Pertanian Banyumas, Arief Sukmo Buwono S.T.,M.M.,, mengatakan langkah utama yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur penyediaan air. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED), dengan target pembangunan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Kalau pembangunan selesai sekitar Agustus, maka September kita bisa mulai tanam dan Desember sudah panen,” ujarnya dalam Dialog Kenthongan PRO 1 RRI Purwokerto, Selasa (21/04/26).
Ia menjelaskan, berbagai program pengairan telah dialokasikan melalui APBN 2026. Di antaranya pembangunan 47 unit irigasi perpompaan, 24 unit irigasi air permukaan, 14 dam parit atau long storage, serta pengembangan jaringan irigasi lainnya.
Selain infrastruktur, strategi lain yang ditempuh adalah penyesuaian pola tanam dengan mendorong budidaya padi gogo, yakni jenis padi yang lebih tahan terhadap kondisi minim air. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman dalam pengembangan varietas unggul seperti Inpago.
Dinas Pertanian juga menyalurkan bantuan benih untuk sejumlah komoditas di lahan yang masih memiliki kecukupan air. Tercatat, bantuan mencakup sekitar 10.000 hektare padi hibrida, 772 hektare jagung hibrida, serta 678 hektare kedelai.
Namun demikian, Arief menegaskan bahwa tidak semua petani bisa mendapatkan bantuan benih secara langsung. Bantuan pemerintah hanya diberikan kepada kelompok tani yang telah terdaftar dalam Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sejak awal tahun.
Selain itu, Dinas Pertanian juga mengantisipasi peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang. Untuk itu, koordinasi lintas sektor perlu diperkuat hingga tingkat kecamatan dan desa guna membentuk tim pengawalan pertanian.
Arief juga menekankan pentingnya penggunaan varietas tahan kering serta penerapan teknik pertanian hemat air. Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya tersebut akan lebih efektif jika dilakukan secara kolektif melalui kelompok tani, bukan secara individu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....