Plastik Melejit, DLH Banjarmasin Dorong Warga Pakai Wadah Ramah Lingkungan

  • 21 Apr 2026 06:23 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Persoalan sampah yang kembali meluap di sejumlah titik kota memacu Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memperkuat regulasi pengurangan plastik. Hal ini mengingat kenaikan harga plastik hingga 40 persen menjadi momentum tepat untuk mengubah budaya masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menegaskan komitmennya untuk memperluas cakupan Perwali Nomor 18 Tahun 2016. Saat ini, pembatasan kantong plastik masih terfokus pada sektor ritel dan toko modern.

"Secara bertahap akan kita lakukan secara keseluruhan. Karena memang sampah plastik ini menjadi salah satu jenis sampah yang memberikan jumlah tonase yang cukup banyak di dalam timbulan sampah kita," kata Tezar, Sabtu, 18 April 2026.

Tezar menjelaskan penggunaan wadah ramah lingkungan seperti bakul purun menjadi solusi strategis untuk menekan beban di tempat pembuangan. Ia meminta masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

"Bakul itu bisa dipakai berulang-ulang dan tentu akan bisa mengurangi volume sampah yang ada. Sehingga kami harap masyarakat juga bisa mengurangi penggunaan plastik," katanya.

Di sisi lain, Pengamat Tata Kota dan Lingkungan, Dr. Eng. Akbar Rahman, mengingatkan regulasi pemerintah harus berbarengan dengan dorongan penggunaan wadah alternatif. Menurutnya, gejolak harga plastik saat ini menjadi bukti rapuhnya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku plastik.

"Ini menjadi momentum untuk kita mencari alternatif lain selain plastik. Pemerintah juga harus mendorong dan mengimbau masyarakat untuk membawa wadah ketika berbelanja," ujar Akbar.

Ia juga menyarankan agar sistem tata kelola sampah dapat mengadaptasi negara-negara maju yang memilah sampah plastik secara khusus untuk didaur ulang. Hal ini dinilai mampu mengurangi kebutuhan akan plastik baru sekaligus menyelamatkan lingkungan.

"Makanya di negara-negara maju sampah plastik ditempatkan di tempat khusus. Tujuannya untuk didaur ulang, sehingga kebutuhan akan jenis plastik baru itu tidak tinggi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....