Eco Composter Dorong Ekonomi Sirkular
- 20 Apr 2026 17:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Inovasi pengelolaan sampah melalui eco composter dinilai mampu mendorong ekonomi sirkular sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Surabaya.
Ali Yusa, Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur dan Dewan Pakar IKA ITS Surabaya, menyebut Surabaya sebagai kota pesisir memiliki keterkaitan erat antara pengelolaan daratan dan kesehatan ekosistem laut.
“Sebagai kota pesisir, kesehatan laut sangat dipengaruhi oleh pengelolaan sampah di darat,” kata Ali Yusa saat memberikan pernyataannya kepada RRI Surabaya, Senin 20 April 2026.
Ia menjelaskan, timbulan sampah harian di Surabaya yang mencapai sekitar 1.600 hingga 1.800 ton menjadi tantangan tersendiri, meskipun kota ini telah meraih predikat Kota Terbaik I dalam Pengelolaan Sampah Nasional 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting, namun ke depan diperlukan pergeseran pendekatan dari sekadar membersihkan menjadi mengurangi sampah dari sumber.
“Eco composter menjadi instrumen untuk memutus rantai sampah dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Sebagian besar sampah rumah tangga diketahui berasal dari limbah organik seperti sisa makanan dan sayuran. Pengolahan di tingkat rumah tangga melalui komposter dinilai dapat menekan volume sampah yang harus diangkut ke tempat penampungan sementara maupun tempat pembuangan akhir.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dinilai dapat mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur, termasuk dalam pemantauan volume sampah secara real time.
Ali Yusa juga menilai pentingnya peran kelembagaan masyarakat, termasuk koperasi di tingkat kelurahan, dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Dengan pendekatan tersebut, Surabaya dinilai memiliki peluang untuk terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mendorong ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....