Mentan Tekankan Pemda Optimalisasi Pengelolaan Air di Tengah Perubahan Iklim
- 20 Apr 2026 15:59 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaeman menekankan pentingnya pengelolaan air secara efisien sebagai kunci utama keberlanjutan pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.
Hal itu diutarakan Menteri Amran dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau 2026, dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan mitigasi kekeringan lahan pertanian di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin, 20 April 2026.
Dengan mengusung tema “Teknologi Pengelolaan Air pada Tanaman Pangan untuk Mitigasi Kekeringan”, dia menegaskan bahwa tidak boleh ada lahan pertanian yang menganggur hanya karena kekurangan air.
“Air adalah kunci keberlanjutan pertanian. Kita harus disiplin dalam mengelola sumber daya air melalui teknologi irigasi yang efisien dan pompanisasi. Pertanian harus jemput bola dengan teknologi,” ucap dia.
Lebih lanjut, Menteri Pertanian mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, serta sistem perpipaan. Selain itu, pemanfaatan lahan rawa dan percepatan cetak sawah baru juga menjadi fokus agar lahan dapat segera ditanami tanpa jeda.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam memastikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat diterima langsung oleh petani secara tepat sasaran.
Melalui Rakornas ini, diharapkan seluruh daerah, termasuk Kabupaten Pandeglang, semakin siap menghadapi musim kemarau 2026 serta mampu menjaga stabilitas produksi pangan nasional secara berkelanjutan.
Sementara Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mendukung penuh terhadap berbagai program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi berdampak pada sektor pertanian. Ia juga mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat, atas berbagai usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian, karena setiap pengajuan dari Kabupaten Pandeglang, baik bantuan bibit pertanian maupun kebutuhan lainnya, selalu direspons dengan cepat dan direalisasikan. Ini sangat membantu petani kami dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Bupati.
Bupati Dewi menegaskan komitmen kuat Pemkab Pandeglang dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kemarau. Pemkab mengaku akan memastikan tidak ada lahan yang dibiarkan kering dan tidak produktif. Oleh karenanya Pemkab siap bergerak cepat dan bersinergi dengan pemerintah pusat agar produksi pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat
“Kami tidak ingin musim kemarau menjadi hambatan bagi petani. Justru ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan, mulai dari pengelolaan air, pemanfaatan teknologi, hingga pendampingan kepada petani,” katanya.
“Bagi kami, pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap program yang berpihak kepada petani akan kami kawal dan optimalkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan,” ujar Bupati Dewi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....