KWT Berkah Tani Pandeglang Gerakkan Pertanian dan UMKM

  • 16 Nov 2025 15:26 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani di Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, kini menjadi motor penggerak pertanian dan UMKM lokal setelah direvitalisasi dari kelompok tani lama yang tidak aktif bertahun-tahun. Pembenahan dilakukan mandiri oleh pengurus dan anggota, mulai dari restrukturisasi kelompok, penataan lahan, hingga pengembangan produk olahan berbasis potensi desa.

Ketua KWT Berkah Tani, Indah Nurdahlia menyebut, saat ini jumlah anggota KWT mencapai 35 orang ibu rumah tangga di Desa Sinarjaya, yang setiap hari terlibat dalam penanaman sayuran caisim, kangkung, cabai, serta rencana pengembangan komoditas bayam.

Baca juga: KWT Dianggap Penyedia dan Penjaga Ketahanan Pangan di Kota Tangerang

Dengan lahan pertanian seluas 1,5 hektare, KWT Berkah Tani mampu menghasilkan panen awal caisim sekitar 60 kilogram, dan panen kangkung lebih dari 30 kilogram. Seluruh hasil panen terserap oleh pedagang lokal yang datang langsung ke kebun.

“Kami kumpulkan anggota, musyawarahkan, dan mulai bergerak. Lahan ini dulu kebun yang tidak terawat, akhirnya kami bersihkan, sewa alat berat, dan menata ulang secara mandiri,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Baca juga: KWT Melati Olah Aneka Makanan Bersumber Pangan Lokal

Ia berharap kelompoknya ini dapat memperkuat sektor pertanian di Desa Sinarjaya yang selama ini minim sentuhan program pemberdayaan. Untuk menunjang operasional, menurut Indah saat ini KWT tengah mengajukan proposal bantuan alat dan sarana produksi, termasuk kebutuhan sumur bor untuk pengairan lahan kepada Dinas Pertanian Provinsi.

“Kami ingin lahan ini terus produktif. Sumur bor sangat dibutuhkan karena tanaman makin banyak, sementara sumber air terbatas,” katanya.

Selain sektor pertanian, KWT Berkah Tani juga turut mengangkat potensi UMKM desa, terutama pengrajin gula aren yang sebelumnya hanya menjual produk di lingkup lokal. Indah mengatakan, dengan kerja sama kini 25 dapur produksi gula aren mulai memiliki pasar lebih luas seperti daerah Jakarta dan Tangerang.

Baca juga: Electrifying Agriculture, Nyalakan Asa KWT Anthurium Kota Tangerang

Sementara anggota KWT, Juleha, mengaku keikutsertaannya dalam kelompok tani membawa perubahan besar bagi dirinya dan para ibu-ibu lainnya. Melalui kelompok tani tersebut ia dapat memahami teknik dasar bercocok tanam, yang sebelumnya tidak ia pahami.

“Dulu kami menanam seadanya. Di sini kami belajar cara memupuk, mengendalikan hama, dan merawat tanaman dengan benar. Sekarang kami bisa praktik di rumah juga,” ucapnya.

Meski masih menghadapi kendala teknis dan pendanaan, menurutnya KWT Berkah Tani dinilai berhasil mengaktifkan kembali kelompok tani khusunya ibu-ibu, dan membuka peluang ekonomi baru di Desa Sinarjaya. Semangat kolaborasi antarkelompok tani serta akses jalan yang mulai membaik menurutnya juga turut memperkuat potensi kawasan tersebut untuk berkembang menjadi sentra pertanian terpadu di Kecamatan Mandalawangi. (Ridwan Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....