Evaluasi Teknis TKA Solo: Dari Zoom Event hingga Kualitas Soal
- 17 Apr 2026 12:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Kota Surakarta memberikan catatan evaluasi mendalam terhadap aspek teknis penyelenggaraan Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMP 2026.
Secara nasional, pelaksanaan TKA SMP berlangsung pada 6 - 16 April 2026 yang terbagi dalam empat gelombang. Adapun di Kota Solo, pelaksanaan TKA masuk pada gelombang 3 dan 4, yakni 13 - 16 April 2026.
Salah satu sorotan utama yakni penggunaan platform Zoom Event yang terintegrasi langsung dengan kementerian untuk pengawasan ujian. Meskipun merupakan sistem baru, para pengawas di Solo dinilai berhasil beradaptasi dengan cepat sehingga kendala teknis dapat diminimalisir secara signifikan.
Kasi SMP Dinas Pendidikan Surakarta, Anik Indriyani, menjelaskan secara sistem aplikasi, TKA tahun ini berjalan sangat lancar dibandingkan masa simulasi.
Meski terdapat laporan mengenai beberapa soal yang tidak memunculkan gambar, hal tersebut tidak akan merugikan penilaian siswa. Dinas telah berkoordinasi dengan Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) untuk menjamin validitas hasil ujian bagi peserta terdampak.
"Ke depan soal harus dirancang lebih baik lagi agar tidak terjadi lagi masalah gambar yang hilang. Namun, Pusmendik menjamin bahwa soal-soal tersebut tidak akan merugikan anak, jadi hasil akhirnya tetap aman," ujar Anik Indriyani kepada rri.co.id, Jumat, 17 April 2026.
Dari sisi infrastruktur, suksesnya TKA di Solo juga didukung oleh kestabilan pasokan energi dan jaringan internet selama pelaksanaan ujian.
Kerja sama proaktif dengan pihak PLN dan Telkom membuat sekolah-sekolah tidak perlu lagi mengandalkan genset cadangan. Hal ini memberikan efisiensi biaya yang besar bagi operasional sekolah sekaligus menciptakan kenyamanan bagi para peserta ujian.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Surakarta, Sri Wuryanti, menambahkan keputusan memilih gelombang terakhir atau pekan kedua pelaksanaan TKA, terbukti sangat strategis.
Waktu persiapan yang lebih panjang setelah libur Lebaran membuat sekolah lebih leluasa dalam menyiapkan sarana prasarana digital. Pengalaman belajar sambil melakukan atau learning by doing pada sistem baru ini akan menjadi modal kuat untuk penyelenggaraan tahun depan.
"Secara aplikasi dan jaringan semuanya alhamdulillah aman karena kami mengambil gelombang belakangan sehingga persiapan lebih matang. Sinergi dengan PLN dan Telkom juga sangat membantu sehingga tidak ada kendala listrik maupun internet," katanya. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....