Saka Pustaka Dorong Transformasi Perpustakaan Digital di Banyumas

  • 16 Apr 2026 11:47 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Perpustakaan di era sekarang terus mengalami perubahan mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini dibahas dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto bertema “Peran Strategis Saka Pustaka dalam Transformasi Perpustakaan Digital”.

Pimpinan Saka Pustaka Banyumas, Fuad Zain Arifin, menjelaskan bahwa Saka Pustaka merupakan wadah dalam Gerakan Pramuka yang fokus membina generasi muda di bidang kepustakawanan. Menurut Fuad, perpustakaan saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dulu.

“Perpustakaan kini sudah bertransformasi, berubah wajah, berubah bentuk,” katanya.

Jika dulu identik dengan tempat sepi dan kurang diminati, kini perpustakaan telah bertransformasi menjadi lebih modern dan ramah pengguna. Transformasi ini juga didorong dengan hadirnya generasi muda sebagai agen perubahan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Saka Pustaka hadir sebagai salah satu upaya mendukung transformasi tersebut, khususnya di kalangan anak muda. Salah satu anggota, Tias Salsa Alfani, mengaku tertarik bergabung karena sesuai dengan minatnya di bidang literasi dan melihat Saka Pustaka sebagai peluang untuk ikut merintis gerakan literasi hingga tingkat yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, Saka Pustaka memiliki beberapa bidang kegiatan atau krida, salah satunya krida pengembangan perpustakaan yang berfokus pada inovasi digital. Melalui krida ini, berbagai layanan perpustakaan digital mulai dikembangkan agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan tanpa harus datang langsung.

“Kita itu berinovasi. Punya layanan yang bisa kita akses dari rumah yaitu perpustakaan digital,” kata Tias.

Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan juga telah menghadirkan berbagai layanan digital untuk mendukung hal tersebut. Fuad menyebutkan ada tiga layanan utama, mulai dari titik akses baca berbasis QR, aplikasi iPusda Banyumas, hingga perpustakaan digital berbasis web dan layanan ini dirancang agar dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh masyarakat.

Dengan hadirnya perpustakaan digital, diharapkan minat baca masyarakat semakin meningkat khususnya generasi muda. Meski demikian, Fuad menegaskan bahwa teknologi hanya sebagai media, sedangkan esensi membaca tetap sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....