NasDem Tegaskan “Political Block” Bukan Merger Partai
- 15 Apr 2026 14:36 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- NasDem
- Political Block
RRI.CO.ID, Pontianak - Partai NasDem menegaskan wacana yang pernah disampaikan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, bukanlah penggabungan (merger) partai politik, melainkan pembentukan “political block” atau blok politik yang bersifat lebih kuat dan permanen.
Ketua Bapilu DPW NasDem Kalimatan Barat (Kalbar), Idris Maheru menjelaskan, konsep Political Block adalah sebagai bentuk koalisi atau aliansi yang lebih solid dibandingkan pola kerja sama politik yang selama ini berjalan. Dalam skema tersebut, partai-partai tetap mempertahankan identitas masing-masing, namun memiliki kesepahaman yang konsisten dalam kebijakan di berbagai tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah.
“Political block itu seperti koalisi permanen atau aliansi yang lebih kuat, soal kebijakan, baik dari tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota. Tidak hanya sektoral,” ujar Idris, pada Konferensi Pers, di Kantor DPW NasDem Kalbar, Rabu, 15 April.
Menurutnya, usulan ini berbeda jauh dengan gagasan merger partai yang dinilai sulit untuk direalisasikan. Selain faktor teknis, merger juga menghadapi tantangan ideologis dan struktural yang kompleks.
Idris menambahkan, NasDem sendiri merupakan salah satu partai besar di tingkat nasional, bahkan disebut sebagai pemenang keempat secara nasional dan memiliki posisi kuat di Kalimantan sebagai pemenang kedua. Dengan kondisi tersebut, penggabungan partai dinilai bukan langkah yang mudah.
“Merger itu sangat sulit diwujudkan. Ada persoalan ideologi dan struktur yang tidak sederhana. Karena itu, yang kami dorong adalah political block, jadi aliansi yang lebih kuat, tanpa menghilangkan identitas masing - masing partai politik,” katanya.
Lebih lanjut, Idris juga menyoroti adanya pemberitaan yang dinilai tidak tepat terkait isu merger tersebut yang diberitakan oleh Majalah Tempo. Idris menyebut informasi yang disampaikan Tempo tersebut, sangat berbeda dengan apa yang dimaksudkan.
Untuk itu, langkah klarifikasi tengah dilakukan melalui mekanisme partai, termasuk koordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta. Permintaan koreksi atau klarifikasi terhadap pemberitaan yang dianggap keliru juga dinilai mendesak.
Ia juga menegaskan, bahwa refaksi Tempo harus menyampaikan permohonan maaf bahwa berita yang disampaikan adalah berita yang salah. “Ini cukup mengganggu. Partai sebesar NasDem dikabarkan akan dimerger dengan partai lain, tentu itu meresahkan kader,” katanya.
NasDem menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah memperkuat kerja sama politik melalui konsep aliansi strategis, tanpa menghilangkan eksistensi masing-masing partai.
Baca juga: Isu Kader NasDem Pindah ke PSI, Saan Sebut Internal Tetap Solid
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....