Evaluasi Insiden Libur Lebaran, Disporapar Buol Perketat Skema Pengamanan Wisata
- 13 Apr 2026 15:50 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL – Peristiwa perkelahian antar pengunjung di sejumlah objek wisata Kabupaten Buol pada momen libur Idul Fitri lalu menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah. Merespons hal tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Buol memastikan akan melakukan perombakan total pada skema pengamanan guna menjamin kenyamanan wisatawan di masa mendatang.
Kabid Pariwisata Disporapar Buol, Zaenal Tahir, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal bersama Kepala Dinas untuk merespons insiden yang sempat viral dan menjadi buah bibir masyarakat tersebut.
Fokus utama evaluasi ini adalah mempersiapkan skenario pengamanan yang lebih matang menyongsong libur Idul Adha mendatang. Disporapar menyadari bahwa daya tarik wisata (DTW) di Buol selalu menjadi magnet bagi masyarakat, namun kerumunan massa tanpa pengawasan ketat berisiko memicu gesekan.
Nantinya, personel gabungan akan ditempatkan secara khusus di titik-titik wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung paling padat. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan menjadi langkah preventif agar insiden serupa tidak terulang kembali.
"Menjaga kondusifitas tempat wisata bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Kerusuhan di lokasi wisata hanya akan merugikan warga sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor ini," tegas Zaenal Tahir kepada rri.co.id, Senin, 14 April 2026.
Dalam upaya memperkuat sektor pariwisata, Zaenal menjabarkan tiga poin krusial yang harus dijaga oleh pengelola dan warga setempat:
- Stabilitas Keamanan: Menciptakan lingkungan yang ramah agar wisatawan merasa terlindungi.
- Kebersihan Lokasi: Mempertahankan estetika alam demi memberikan kesan positif agar pengunjung ingin kembali berkunjung.
- Pemberdayaan Masyarakat: Memastikan setiap kunjungan wisatawan berbanding lurus dengan peningkatan penghasilan bagi masyarakat lokal dan UMKM.
Menutup keterangannya, Zaenal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam berwisata. Ia menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan merupakan aset utama industri pariwisata yang harus dijaga demi martabat dan nama baik daerah.
Ia menegaskan, jika keamanan di Daya Tarik Wisata (DTW) terjaga, maka wisatawan tidak akan ragu untuk berkunjung. Hal ini secara otomatis akan menjaga keberlangsungan sumber pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....