Bali dan Wilayah Sekitarnya Diguncang Puluhan Gempa Bumi Dangkal
- 12 Apr 2026 09:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode awal April 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.
Fungsional Ahli Stasiun Geofisika Denpasar Ana Budi Noviantika kepada RRI di Denpasar mengatakan, berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 51 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.1 hingga 3.8. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 76 persen dari total kejadian gempa bumi.
Ana Budi Noviantika mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 39 kejadian, terdapat 12 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 23% dari total kejadian gempabumi, dan tidak ada kejadian gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km. “Puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode awal April 2026. Gempa yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif tersebut didominasi gempabumi dangkal,” ujarnya.
Ana Budi Noviantika mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 96 persen atau 49 kejadian gempabumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 2 kejadian gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 3% dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.
“49 kejadian gempa bumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3 SR dan 2 kejadian gempa dengan magnitudo kurang dari 3 serta kurang dari 5 dan tidak ada kejadian gempa bumi dengan maggnitudo lebihd ari 5,” tuturnya.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar tercatat 21 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 30 kejadian gempabumi terjadi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores atau Flores Back Arc Thrust dan aktivitas sesar aktif. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....