Fenomena Pembakaran Sampah Masih Terjadi di Bali
- 10 Apr 2026 20:29 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Fenomena pembakaran sampah di lingkungan masyarakat masih ditemukan, meski berbagai imbauan telah dilakukan pemerintah. Kondisi ini dipengaruhi kebiasaan lama serta keterbatasan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
Kepala Lingkungan Desa Kesiman, I Gusti Rai Ari Temaja yang akrab disapa Gung Nik, menyebut praktik tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun saat ini, intensitasnya mulai berkurang karena meningkatnya kesadaran masyarakat.
“Ini bukan hal baru, dari dulu sudah ada. Tapi di lingkungan kami sekarang sudah sangat minim, karena sebagian besar sampah sudah terkelola,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di wilayahnya dilakukan melalui pemilahan antara organik dan anorganik. Selain itu, warga juga memanfaatkan komposter dan bank sampah sebagai solusi berkelanjutan.
Menurutnya, pembakaran biasanya hanya terjadi pada sisa-sisa organik seperti bekas upacara. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan edukasi agar masyarakat tidak menjadikan pembakaran sebagai solusi utama.
“Kita lebih mengedukasi daripada memberi sanksi. Yang penting masyarakat paham dampaknya dan mulai beralih ke cara yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Gung Nik menegaskan, penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Diperlukan kolaborasi dan kesadaran bersama agar persoalan ini tidak terus berulang.
“Ini masalah kita bersama, bukan hanya pemerintah. Kalau semua selaras, mulai dari masyarakat sampai regulasi, pasti bisa teratasi,” tambahnya.
Ke depan, pihak desa berharap seluruh wilayah di Bali dapat menerapkan pola pengelolaan sampah yang serupa. Langkah ini dinilai penting demi menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....