Borneo Ecomusicology Lab Gelar “Musik Sampah” Berbasis Limbah
- 10 Apr 2026 09:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Event seni musik bertajuk “Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Berjudul Musik Sampah” akan digelar di Taman Kelayan, Kelurahan Kelayan Barat, Kota Banjarmasin, pada 8–9 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan konsep pertunjukan yang unik dan inspiratif.
Proyek ini digagas oleh sekelompok seniman muda Borneo Ecomusicology Lab yang prihatin terhadap meningkatnya volume sampah, khususnya di Kota Banjarmasin. Mereka mengolah berbagai jenis limbah, seperti botol plastik, kaleng bekas, pipa PVC, hingga ember rusak, menjadi alat musik bernilai estetika sekaligus mengandung pesan ekologis.
Melalui kegiatan ini, para seniman tidak hanya menampilkan karya musik, tetapi juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Pendekatan kreatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Penerima manfaat Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Musik Sampah, Muh Arqam, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat. Program ini juga menjadi wadah bagi para seniman muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui pemanfaatan barang bekas.
“Tujuan kami mengadakan event ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi sebagai respons estetis terhadap permasalahan lingkungan, khususnya di Kota Banjarmasin, terkait pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga maupun limbah industri menjadi instrumen musik.
Selain pertunjukan, program ini juga menyelenggarakan workshop bagi pelajar dan masyarakat umum. Peserta diajarkan cara membuat alat musik sederhana dari barang bekas serta diperkenalkan pada konsep daur ulang kreatif (creative recycling).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....