Siklus Pancaroba Picu Banjir Dua Meter di Pandeglang
- 09 Apr 2026 20:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang sejak Rabu (8/4/2026) malam mengakibatkan banjir besar di empat kecamatan. Luapan Sungai Cimanahan dan Sungai Cigabig di Kecamatan Sobang dilaporkan menjadi penyebab utama terendamnya ratusan pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga 2 meter. Kondisi ini memaksa ratusan kepala keluarga mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman seiring debit air yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Kepala Seksi Strategi dan Pengendalian Operasi BPBD-PK Pandeglang, Deni Musadat, menjelaskan fenomena ini merupakan dampak dari fase pancaroba yang memicu cuaca ekstrem secara mendadak. Meskipun prediksi awal dari BMKG menyebutkan April mulai memasuki musim kering, namun dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan potensi hujan lebat di wilayah Pandeglang bagian selatan. BPBD telah menyiagakan personel di lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi menggunakan perahu karet dan mendistribusikan bantuan logistik darurat.
"Gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2 meter, masuk kategori sedang di perairan selatan seperti Samudra Hindia dan Selat Sunda bagian barat Pandeglang. Masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba," ujar Deni, 9 April 2026.
Sebagai langkah antisipasi, personel BPBD-PK telah disiagakan di titik-titik rawan dengan peralatan evakuasi air seperti perahu karet dan pelampung. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan respons cepat jika terjadi situasi darurat di wilayah perairan selatan Pandeglang. Kesiapsiagaan armada dan logistik dipastikan dalam posisi siap operasional tanpa harus menunggu terjadinya laporan insiden di lapangan.
BPBD memastikan koordinasi dengan pihak kecamatan dan relawan di lokasi bencana terus berjalan untuk memantau kemungkinan adanya banjir susulan. Warga yang masih bertahan di lantai dua rumah mereka diimbau untuk segera mengevakuasi diri jika ketinggian air kembali menunjukkan tren kenaikan.
Menurutnya hingga saat ini, pemantauan terhadap debit air di sejumlah sungai utama di Pandeglang masih terus dilakukan secara intensif oleh tim waspada bencana. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah sebelum otoritas terkait menyatakan kondisi benar-benar aman dari risiko luapan susulan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan percepatan penanganan pascabencana termasuk normalisasi aliran sungai yang tersumbat oleh material sampah dan sedimentasi.
"Dua hari ke depan wilayah Selatan Pandeglang memang diprediksi akan mengalami curah hujan yang cukup rapat berdasarkan level peringatan siaga dari BMKG," ujar Deni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....