Sempat Terjadi Panic Buying, Pertamina Jamin Stok BBM di Kalimantan Aman
- 08 Apr 2026 19:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena panic buying sempat memicu antrean panjang kendaraan yang meluber hingga ke bahu jalan di sejumlah SPBU di Banjarmasin. Antrean tersebut menyusul beredarnya isu mengenai penyesuaian harga BBM akibat konflik global saat ini.
Seorang pengemudi ojek daring, Farid, mengaku tetap merasa was-was meskipun saat ini harga BBM belum mengalami perubahan. Ia khawatir dengan situasi yang tidak menentu karena pekerjaannya sangat bergantung pada kelancaran dan keterjangkauan harga bahan bakar.
"Waktu sempat ada info naik BBM, saya sendiri sebenarnya tidak ada masalah karena memang itu belum ada kenaikan. Tapi kekhawatiran tetap ada kalau nanti tiba-tiba ada kenaikan," ujarnya kepada RRI pada Rabu, 8 April 2026.
Farid juga mengkhawatirkan efek domino yang mungkin terjadi terhadap harga kebutuhan pokok di pasaran. Hal tersebut, menurutnya, akan membuat daya beli masyarakat menurun sehingga berdampak langsung pada jumlah pesanan yang ia terima setiap harinya.
"Khawatirnya memang makanan naik dan orderan jadi sepi. Makanya, harapan kami memang harga ini bisa tetap stabil terus ke depannya," katanya menambahkan.
Menyikapi gejolak tersebut, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, angkat bicara. Ia memberikan jaminan pemerintah masih berpegang pada kebijakan awal untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah situasi global.
"Pemerintah telah mengambil sebuah kebijakan tidak melakukan penyesuaian harga terhadap BBM subsidi. Maka kami sebagai operator akan tetap patuh untuk melaksanakan kebijakan tersebut," katanya dalam keterangan resmi Senin, 6 April 2026.
Edi menjelaskan Pertamina berkomitmen penuh mengawal setiap regulasi dan penugasan yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh proses distribusi energi di wilayah Kalimantan tetap berjalan aman dan lancar.
"Jika pembatasan atau pengaturan tertentu telah diatur oleh pemerintah, maka kami akan patuh untuk melaksanakannya. Tugas kami adalah memastikan distribusi tetap berjalan sesuai yang telah ditetapkan," ujarnya menjelaskan.
Melalui kepastian ini, Edi meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang beredar. Ia juga mengajak warga agar lebih bijak dalam mengonsumsi energi dan tidak melakukan aksi penimbunan yang berisiko memicu bahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....