Sepuluh Segmen Rusak Berat Tanjung Api-Api Segera Mulus

  • 08 Apr 2026 13:18 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan mulai tancap gas memperbaiki kerusakan di ruas vital jalan menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA). Bukan sekadar tambal sulam, perbaikan kali ini menyasar 10 titik kerusakan parah dengan metode rekonstruksi total.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 PJN III Sumsel, Camelia Nazir, menjelaskan, proyek ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur logistik tersebut. Fokus utama pengerjaan adalah rekonstruksi jalan sepanjang satu kilometer yang terbagi dalam sepuluh segmen.

“Ada 10 segmen yang kami prioritaskan, terutama yang lubangnya cukup parah. Panjangnya bervariasi, mulai dari sekitar 90 meter hingga 198 meter per segmen,” ujar Camelia pada Rabu, 8 April 2026.

Kondisi tanah rawa yang lunak di kawasan tersebut menjadi tantangan utama. Camelia menegaskan, penggunaan aspal biasa (overlay) tidak akan bertahan lama. Sebagai solusinya, tim di lapangan harus membongkar struktur jalan lama hingga ke kedalaman satu meter sebelum melakukan pengecoran beton (rigid).

“Karena tanahnya lunak, rigid lama harus dibongkar sampai kedalaman 80 sentimeter hingga 1 meter. Setelah itu baru kita susun kembali secara berlapis, mulai dari agregat hingga pengecoran beton,” jelasnya secara teknis.

Mengingat TAA adalah urat nadi distribusi barang, PJN III menerapkan strategi khusus agar mobilitas tidak lumpuh total. Pekerjaan berat yang semula dilakukan pagi hari, kini digeser menjadi pengerjaan malam hari mulai pukul 21.00 WIB untuk menghindari jam puncak kendaraan.

Selain pengaturan waktu, pihak pelaksana juga memperlebar bahu jalan sebagai jalur alternatif (detour) agar kendaraan tetap bisa melintas dua arah meski pengerjaan dilakukan dengan sistem setengah badan jalan.

“Kami menambah flagman dan juga berkoordinasi dengan kepolisian serta dinas perhubungan. Kehadiran polisi di lapangan cukup membantu karena pengendara biasanya lebih patuh,” tambah Camelia.

Penerangan ekstra dan lampu sorot juga disiagakan di setiap titik proyek untuk menjamin keamanan pekerja dan pengguna jalan saat malam hari. Jika berjalan sesuai rencana, proyek percepatan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Juli hingga Agustus mendatang.

Langkah ini diharapkan tak hanya menghilangkan lubang jalan, tetapi juga memperlancar arus logistik menuju pelabuhan yang selama ini kerap terhambat oleh kerusakan infrastruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....