Menjaga Perubahan Positif setelah Ramadan, Kunci Ibadah Bermakna
- 08 Apr 2026 06:57 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Ramadan menjadi momentum untuk memulai perubahan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
- Esensi ibadah Ramadan tidak hanya ritual, tetapi juga dampaknya terhadap akhlak dan sikap sosial.
- Ibadah harus berdampak pada kejujuran, kesabaran, dan kepedulian.
- Menjaga hubungan sosial, saling menghargai, dan silaturahmi perlu dipelihara setelah Ramadan.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ramadan seharusnya menjadi titik awal perubahan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Akademisi UIN Antasari, Muhammad Rif’at, M.Ag, menekankan pentingnya komitmen menjaga perilaku positif setelah bulan suci.
Ia menjelaskan, esensi ibadah Ramadan bukan hanya ritual, tetapi juga dampaknya terhadap akhlak dan sikap sosial. Perubahan perilaku menjadi indikator keberhasilan seseorang menjalani Ramadan.
“Ramadan bukan sekadar ibadah tahunan, tapi momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Muhammad Rif’at, Selasa malam 7 April 2026. “Perubahan itu harus terlihat dalam sikap, bukan hanya ibadah ritual.”
Menurutnya, banyak orang fokus pada kuantitas ibadah tanpa memperhatikan kualitas perubahan diri. Padahal, tujuan utama ibadah adalah membentuk karakter yang lebih baik.
“Kalau ibadah tidak mengubah perilaku, kita perlu mengevaluasi cara kita beribadah,” ucapnya. “Ibadah harus berdampak pada kejujuran, kesabaran, dan kepedulian.”
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial setelah Ramadan. Nilai seperti saling menghargai, membantu, dan menjaga silaturahmi harus terus dipelihara.
“Ramadan mengajarkan kita peduli, dan itu tidak boleh berhenti setelah bulan itu selesai,” ujar Muhammad Rif’at. “Justru setelah Ramadan, nilai itu harus semakin kuat dalam kehidupan kita.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....