Cegah Dampak Krisis Global, Jateng Gencarkan Energi Alternatif dari Limbah
- 03 Apr 2026 10:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pengembangan energi alternatif sebagai respons atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi global. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mendorong efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto, menegaskan salah satu fokus utama adalah mendorong pengolahan sampah menjadi energi melalui teknologi pirolisis dan bioetanol. Ia menilai perlu regulasi guna membuka peluang bagi masyarakat dan pengelola sampah untuk berkontribusi dalam pengelolaan energi berbasis limbah.
"Kami sedang mendiskusikan dengan perguruan tinggi . Juga kemarin dengan Pak Menteri, Pak Dirjen Migas, dan Menteri SDM," ujarnya, Kamis, 2 April 2026.
Dijelaskannya, pengolahan sampah plastik melalui pirolisis dapat menghasilkan bahan bakar seperti solar dan bensin. Sementara, limbah organik dari pasar, berpotensi diolah menjadi bioetanol sebagai alternatif energi terbarukan.
"Penolahan itu perlu dibuat regulasi yang tidak terlalu sulit sehingga nanti masyarakat atau kelompok kelompok pemerhati lingkungan dan pengelola-pengelola sampah ini bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan di dalam penyelesaian masalah sampah dari hulu menjadi energi baik itu solar, bensin maupun bioetanol," tuturnya.
Selain itu, sektor peternakan juga didorong memanfaatkan limbah kotoran ternak sebagai sumber energi melalui teknologi digester. Melalui teknologi tersebut, limbah itu dapat diubah menjadi biogas untuk menggantikan LPG, terutama di wilayah pedesaan.
Tak hanya menghasilkan energi, proses tersebut juga menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Kotoran-kotoran ternak itu bisa dimanfaatkan melalui digester, kemudian limbah-limbah hasil pengelolaan kegiatan industri tahu itu bisa dimanfaatkan untuk biogas, biasanya kan limbahnya baunya kencing ya kalau tahu. Nah, nanti dimasukkan digester, dilakukan gasifikasi keluar gas limbahnya tadi sudah bagus sudah tidak bau dan bisa dijadikan pupuk cair juga," ujarnya.
Agus menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengoptimalkan potensi energi di sekitarnya. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh lapisan, mulai dari akademisi, organisasi masyarakat, hingga kelompok pemuda, untuk terlibat aktif.
Menurutnya, pemanfaatan limbah menjadi energi tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga meningkatkan kemandirian energi. Upaya ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis sumber daya lokal melalui
Program Desa Mandiri Energi menjadi salah satu strategi yang terus digencarkan
"Desa Mandiri Energi itu justru kita sudah galakkan lama di mana mulai kita melakukan inventarisasi terhadap potensi yang ada di desa. Misalkan terhadap saluran irigasi atau sungai sungai yang di bisa dimanfaatkan oleh untuk PLT PLTM pembangkit listrik tenaga mini hidro maupun PLTMH pembangkit listrik tenaga mikrohidro," tuturnya.
Pemerintah berharap langkah ini mampu memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, transformasi dari limbah menjadi energi diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi Jawa Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....