Kemenag Kota Tanjungpinang menggelar Apel Perdana usai Cuti Lebaran
- 30 Mar 2026 14:56 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, memimpin apel pagi perdana usai libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Senin 30 Maret 2026. Apel ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum “pemanasan ulang” mesin birokrasi dengan pesan keras: integritas, evaluasi, dan pelayanan publik tak boleh kendur.
Dalam arahannya, Erizal mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan “training center” kejujuran. Ia menegaskan, saat berpuasa seseorang mampu menahan diri dari makan dan minum meski tak ada orang yang melihat.
“Di situlah integritas diuji. Kita tidak berani melanggar karena yakin ada yang Maha Melihat. Nilai ini harus kita bawa ke dalam kedinasan,” tuturnya.
Menurutnya, mereka yang tidak menjalankan puasa sejatinya melewatkan ujian langsung terhadap integritas diri.Ia mengibaratkan Ramadan seperti pemusatan latihan (training center) sebelum ajang besar, sebagaimana peserta Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) dipersiapkan melalui pembinaan intensif.
“Ramadan melatih kejujuran, kedermawanan, hingga etos kerja. Dari situ seharusnya lahir ide-ide brilian untuk memajukan SDM dan instansi,” ucapnya.
Memasuki akhir triwulan pertama, Erizal langsung memberi instruksi tegas, seluruh jajaran diminta melakukan evaluasi menyeluruh. Khusus Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, ia menekankan pentingnya koordinasi agar program tidak sekadar terlaksana, tetapi terukur, terarah, dan berkualitas.
“Periksa serapan anggaran, sudah berapa persen. Lihat juga kinerja, apa yang sudah direncanakan, berapa yang terealisasi,” katanya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada hasil pengamatan selama Ramadan. Erizal mengungkapkan keprihatinan terhadap menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan.
“Kenapa saf masjid makin maju ke depan menjelang Idulfitri? Artinya jemaah berkurang. Yang lebih miris, anak muda lebih banyak nongkrong di kafe daripada ke masjid,” ucapnya.
Ia meminta Bimas Islam melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengumpulan zakat, infak, sedekah, hingga dinamika jemaah salat tarawih dan i’tikaf. Tak kalah keras, Erizal juga menyinggung tantangan di sektor pendidikan.
“Apa yang salah? Apa inovasi kita? Kegiatan keagamaan harus benar-benar menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Munculnya sekolah-sekolah unggulan dan gratis yang didukung pemerintah disebutnya sebagai alarm serius bagi madrasah. Ia memerintahkan jajaran pendidikan Islam turun langsung ke lapangan memastikan kehadiran guru dan kondisi riil madrasah.
“Kalau masih berpikir dengan pola lama, bersiaplah madrasah akan tertinggal bahkan kita tutup satu per satu. Sekarang ada sekolah gratis dengan fasilitas lengkap,” ujarnya blak-blakan.
Untuk jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), Erizal menekankan perubahan mindset pelayanan. Ia juga mendorong peningkatan kualitas SDM, termasuk peran penyuluh agama agar kehadiran Kementerian Agama benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau ada masyarakat datang, segera layani. Sapa dengan salam dan senyum. Kita ini sedikit, kalau tidak bisa melayani dengan baik, itu memalukan,” katanya.
Apel perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa pasca lebaran, tidak ada ruang untuk “mode santai”. Di bawah komando Erizal, jajaran Kemenag Tanjungpinang dituntut bergerak cepat, bekerja cerdas, dan menjaga integritas tanpa kompromi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....