Umat Katolik Surabaya Khidmat Rayakan Perayaan Minggu Palma

  • 29 Mar 2026 21:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Perayaan Minggu Palma yang menjadi pembuka rangkaian Pekan Suci dalam tradisi Gereja Katolik berlangsung khidmat pada Minggu, 29 Maret 2026. Perayaan ini mengenang peristiwa masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem dengan penuh kemuliaan, sekaligus mengawali permenungan umat akan sengsara dan wafat-Nya.

Di Gereja Paroki Sakramen Maha Kudus, Jalan Pagesangan Baru Surabaya, ratusan umat mengikuti perayaan dengan penuh kekhusyukan. Mengusung tema sengsara dan wafat Yesus Kristus, umat diajak untuk menghayati makna pengorbanan yang menjadi inti dari Pekan Suci.

Perayaan diawali dengan prosesi perarakan daun palma yang dimulai dari gedung Balai Paroki menuju gereja. Umat berjalan beriringan sambil melantunkan nyanyian pujian, mengangkat daun palma sebagai simbol kemenangan Kristus yang akan menuntaskan misi keselamatan melalui jalan salib.

Prosesi dan Misa Ekaristi Minggu Palma dipimpin oleh Romo RD. Ferdinandus Eltyson Prayudi atau Romo Yudi. Dalam kesempatan tersebut, ia memberkati daun palma dan memercikkan air suci kepada umat yang hadir.

“Pada hari ini, kita tidak hanya merayakan kemenangan Yesus saat masuk ke Yerusalem, tetapi juga mulai mempersiapkan hati untuk merenungkan jalan yang penuh derita yang Ia lalui untuk kita semua,” ujar Romo Yudi dalam sambutannya.

Setelah prosesi, perayaan dilanjutkan dengan pembacaan Injil. Bacaan Injil Matius 27:11-54 disajikan secara dialogis, melibatkan lektor, asisten umat, serta seluruh jemaat sehingga menciptakan suasana yang lebih hidup dan partisipatif.

“Kita ingin agar setiap umat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga merasa terlibat langsung dalam peristiwa yang kita renungkan,” ungkap salah satu lektor, Maria Fransisca, usai perayaan berlangsung.

Dalam khotbahnya, Romo Yudi mengajak umat untuk tetap teguh dalam iman di tengah berbagai kesulitan hidup. “Dalam sengsara Yesus, Ia sudah mengajarkan kita bahwa bahkan dalam kondisi yang tampaknya tak ada harapan sama sekali, janganlah kita berpaling dari Tuhan,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan kisah Simon dari Kirene yang membantu Yesus memikul salib sebagai bentuk nyata pertolongan Tuhan melalui sesama. “Sama seperti Yesus ketika tak berdaya, Tuhan mengirimkan Simon dari Kirene untuk membantu-Nya,” jelasnya.

Menutup perayaan, Romo Yudi mengajak umat untuk mempersiapkan diri mengikuti rangkaian Tri Hari Suci hingga Hari Raya Paskah. “Mari kita jadikan momen Pekan Suci ini sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....