Vandalisme Rusak Mural Kota, DKP Palembang Angkat Suara
- 27 Mar 2026 07:15 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Warna-warni mural yang sebelumnya menghiasi sudut Kota Palembang kini tampak tercoreng. Di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Simpang Charitas hingga depan Kantor KONI Sumatera Selatan, sejumlah karya seni hasil lomba mural dilaporkan mengalami aksi vandalisme.
Coretan tak bertanggung jawab itu seolah menghapus pesan kreatif yang semula ingin disampaikan para seniman muda.
Di tengah kondisi tersebut, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), Muhamad Nasir, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan, tindakan vandalisme bukan sekadar merusak gambar di dinding, melainkan juga melukai semangat berkesenian di ruang publik.
“Ini bukan hanya soal cat yang dicoret, tetapi juga tentang penghargaan terhadap karya dan proses kreatif para seniman,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Kamis , 26 Maret 2026.
Menurutnya, mural yang dirusak merupakan bagian dari kegiatan resmi yang difasilitasi pemerintah bersama DKP sebagai ruang ekspresi generasi muda. Karya-karya tersebut diharapkan mampu memperindah kota sekaligus menjadi media edukasi dan identitas budaya Palembang.
Namun, harapan itu justru tercoreng oleh aksi yang dinilai tidak bertanggung jawab. DKP pun mengecam keras tindakan tersebut dan menilai vandalisme sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap ruang publik yang telah dibangun bersama.
aksi vandalaise yang dinilai tidak bertanggung jawab, DKP dan seniman mengecam keras tindakan tersebut. Hal ini karena vandalisme sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap ruang publik yang telah dibangun bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, dukungan juga disampaikan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku. Penegakan hukum dinilai penting agar memberikan efek jera serta menjaga keberlangsungan ruang kreatif di tengah masyarakat.
“DKP juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap fasilitas umum. Menjaga mural, menurut Nasir, sama halnya dengan menjaga identitas kota dan menghormati karya seni sebagai bagian dari kebanggaan bersama,” pesan Nasir.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ruang publik bukan hanya milik segelintir orang, melainkan milik bersama yang harus dijaga. Di balik dinding-dinding yang sempat dirusak, tersimpan harapan agar kesadaran kolektif terus tumbuh—bahwa seni bukan untuk dirusak, melainkan untuk dirawat dan dimaknai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....