Antisipasi Bencana HIdrometeorologi Bulan April Mendatang

  • 24 Mar 2026 22:32 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Meski diprediksi masa peralihan musim hujan kemusim kemarau mulai terjadi diwilayah Lampung pada bulan April mendatang, Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi, peningkatan intensitas curah hujan masih berpotensi terjadi, mengiringi masa peralihan musim atau pancaroba tersebut.

Senior Forcaster Stasiun Klimatologi BMKG Lampung Suparji kepada RRI mengatakan, pada musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, masyarakat harus mengantisipasi berbagai potensi bencana Hidrometeorologi yang kemungkinan dapat terjadi.

Selain potensi bencana banjir dan tanah longsor yang masih dapat terjadi, karena diprediksi tingkat curah hujan sedang hingga tinggi masih dapat terjadi pada beberapa wilayah di Lampung, masyarakat bersama stakeholder terkait juga harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrime seperti hujan yang disertai dengan angin kencang.

"Terlebih dengan fenomena cuaca saat ini, curah hujan diwilayah Lampung menurut Suparji berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari," ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.

Peringatan Stasiun Kimatologi BMKG Radin Inten Dua Lampung akan potensi bencana Hidrometeorologi, mendapat respon dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu.

"Wilayah Kabupaten Pringsewu menjadi salah satu daerah di Provinsi Lampung yang memiliki potensi bencana Hidrometeorologi, khususnya banjir dan angin puting beliung," kata Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Kabupaten Pringsewu Agus Purnomo.

Sehingga menurutnya dengan peringatan BMKG tersebut, BPBD Kabupaten Pringsewu telah menyiagakan personal satuan tugas (Satgas) kebencanaan selama 24 jam. Hal tersebut dilakukan guna memberikan respon cepat kepada masyarakat, jika sewaktu-waktu bencana Hidrometeorologi melanda daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....