Makna Idul Fitri Momentum Kemenangan Dan Perbaikan Diri

  • 20 Mar 2026 12:34 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Perayaan Idul Fitri yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia menjadi momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Muslim melaksanakan salat Id sebagai bentuk syukur atas keberhasilan menahan hawa nafsu serta meningkatkan kualitas ibadah selama 30 hari penuh.

Ustadz Abdullah Mangge dalam khutbahnya pada pelaksanaan Salat Id di Masjid Ulil Albab Muhammadiyah Kabupaten Buol menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan pendidikan bagi jiwa dan hati. Menurutnya, selama Ramadhan umat Islam dilatih untuk bersabar, disiplin, serta memperkuat keimanan melalui berbagai amalan yang dilakukan secara konsisten.

“Ramadan bukan sekadar bulan beribadah, tetapi juga bulan pendidikan bagi jiwa dan hati kita, yang mengajarkan kesabaran dan kedisiplinan,” ungkap Ustadz Abdullah Mangge saat pelaksanaan Sholat Ied, Jumat (20/03/2026).

Lebih lanjut, ia berharap seluruh amal ibadah selama Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT. Doa-doa yang dipanjatkan juga diharapkan membawa keberkahan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Idul Fitri disebut sebagai momentum kemenangan, bukan hanya karena berhasil menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga karena mampu mengendalikan diri serta meningkatkan kualitas spiritual. Kemenangan ini menjadi simbol kembalinya manusia pada fitrah, layaknya bayi yang baru dilahirkan.

Namun demikian, nilai kemenangan tersebut tidak boleh berhenti pada perayaan semata. Idul Fitri harus menjadi titik awal untuk terus menjaga semangat ibadah, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Idul Fitri adalah momen terbaik untuk mempererat silaturahmi, memperbaiki hubungan yang sempat renggang, serta menumbuhkan kasih sayang di antara sesama,” lanjutnya.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, terutama di era digital, umat Islam juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan teknologi. Informasi yang beredar di dunia maya harus disaring dengan baik agar tidak menimbulkan fitnah maupun perpecahan, sehingga nilai kebersamaan dan persatuan tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....