Dharma Jaya–Bapanas Kolaborasi Turunkan Harga Ayam jelang Lebaran

  • 19 Mar 2026 22:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kolaborasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perumda Dharma Jaya berhasil menurunkan harga ayam di pasaran, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp45.000 per kilogram di tingkat eceran.

Langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan lapangan yang menunjukkan adanya pedagang eceran menjual ayam dengan harga tinggi, akibat pasokan ayam hidup (livebird) dari penyewa di area RPH Pulogadung yang mencapai Rp32.000 per kilogram.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, manajemen Dharma Jaya langsung menerbitkan surat resmi yang mengacu pada ketentuan Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nomor 13/SATGAS.SABER/03/2026. Selain itu, sosialisasi dan pengawasan lapangan dilakukan kepada para penyewa penampungan ayam guna memastikan kepatuhan terhadap harga acuan pemerintah.

Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan normalisasi harga tersebut. “Kami mengedepankan kolaborasi dan komunikasi dua arah. Setelah dilakukan sosialisasi dan dialog yang mendalam, terjadi penyesuaian harga yang signifikan,” ujar Raditya, di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026,

Ia menjelaskan, harga ayam di tingkat eceran kini telah turun ke kisaran Rp38.500 hingga Rp40.500 per ekor, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga Rp45.000 per kilogram.

Menurut Raditya, penurunan harga ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024, yang mengatur batas acuan harga pangan strategis.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi praktik harga yang melampaui ketentuan pemerintah, khususnya di wilayah operasional Dharma Jaya seperti RPH Pulogadung. “Kami tidak mentoleransi adanya harga yang melampaui acuan pemerintah. Sinergi antara BUMD dan para penyewa ini menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa stok protein hewani tersedia dengan harga yang wajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dharma Jaya memastikan akan terus memperketat pengawasan harian di seluruh Rumah Pemotongan Hewan (RPH), terutama menjelang Idulfitri, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan ayam di Jakarta.

“Upaya ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan distribusi pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan,” kata Raditya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....