Usaha Kue Kering di Purwokerto Kian Menjanjikan jelang Lebaran
- 16 Mar 2026 13:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Bisnis kue kering dan parsel Lebaran menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan setiap memasuki bulan Ramadan. Permintaan yang meningkat menjelang Idulfitri membuat sejumlah pelaku usaha rumahan mampu meraih keuntungan yang cukup signifikan.
Salah satunya dirasakan oleh pengusaha kue kering di Purwokerto, Mutia Ariqo. Ia mengaku mulai serius menekuni usaha kue kering sekitar lima tahun terakhir.
Mutia menuturkan, awal mula usaha tersebut justru berangkat dari pengalaman pribadinya ketika masih kuliah. Saat itu ia ingin memberikan bingkisan Lebaran kepada teman-temannya, namun keterbatasan dana membuatnya mencoba membuat kue kering sendiri.
“Awalnya karena ingin memberi kue ke teman tapi tidak punya uang. Akhirnya saya coba bikin sendiri. Ternyata respon teman-teman positif dan mereka menyarankan untuk open order,” ujarnya.
Dari situ, pesanan mulai berdatangan tidak hanya dari teman-temannya, tetapi juga dari keluarga mereka. Hal tersebut menjadi titik awal Mutia untuk mulai menjual kue kering secara lebih serius.
Menurutnya, usaha kue kering yang dijalankan bersifat musiman karena hanya dijual saat bulan Ramadan menjelang Lebaran. Meski demikian, antusiasme pelanggan cukup tinggi bahkan sebelum masa pemesanan resmi dibuka.
“Biasanya pelanggan tetap sudah menunggu setahun. Bahkan sebelum open order dibuka pun sudah banyak yang booking duluan karena sistemnya memang limited,” katanya.
Dalam usahanya, Mutia fokus pada dua jenis kue kering, yakni nastar sebagai produk utama serta sagu keju sebagai produk tambahan. Nastar dipilih karena ia ingin menghadirkan cita rasa premium dengan harga yang tetap terjangkau bagi konsumen.
Ia mengaku membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan komposisi bahan yang sesuai dengan seleranya. Berbagai percobaan dilakukan hingga akhirnya menemukan formula yang dianggap tepat.
“Awalnya saya memang ingin membuat nastar dengan rasa yang benar-benar sesuai selera saya. Jadi butuh banyak trial dan error sampai menemukan bahan yang cocok,” katanya, menjelaskan.
Untuk menjaga kualitas produk, Mutia menerapkan standar ketat mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan, hingga proses produksi yang higienis. Ia memastikan seluruh proses pembuatan dilakukan dengan menjaga kebersihan, termasuk penggunaan apron dan sarung tangan saat bekerja.
Seiring berkembangnya usaha, Mutia mengaku omzet penjualan kue keringnya terus meningkat setiap tahun. Bahkan ia menyebut pertumbuhan penjualannya bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Setiap tahun biasanya naik sekitar 100 persen. Awalnya hanya sekitar 50 pesanan, lalu tahun berikutnya target dua kali lipat dan alhamdulillah tercapai,” ucapnya.
Ia pun membagikan tips bagi masyarakat yang ingin memulai usaha kue kering sebagai peluang bisnis saat Ramadan. Menurutnya, ketekunan dan kesiapan menghadapi proses produksi yang melelahkan menjadi kunci utama.
“Bikin kue kering itu butuh waktu lama dan harus telaten. Jadi yang paling penting harus siap capek dulu, karena proses baking bisa dari pagi sampai malam,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....