Al-Qur'an Digital Braille, Wujudkan Literasi Religi Inklusif

  • 15 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Keterbatasan penglihatan bukan lagi penghalang bagi penyandang disabilitas netra untuk mendalami kitab suci. Hal ini diulas dalam program Dialog Komunitas Disabilitas di Pro 4 RRI Surabaya, Minggu, 15 Maret 2026. Menghadirkan narasumber Moch. Abdullah Ibrahim, Ketua I DPC Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Surabaya, dialog kali ini mengusung tema: "Mencari Ilmu Melalui Al-Qur'an Digital Braille".

Dalam paparannya, pria yang akrab disapa Cak Ibrahim ini menjelaskan bahwa teknologi telah membawa revolusi besar bagi kawan-kawan netra. Jika dahulu Al-Qur’an Braille manual sangat tebal dan berat (mencapai 30 juz dalam puluhan jilid besar), kini akses tersebut menjadi jauh lebih ringkas.

"Dulu kita harus memanggul tumpukan kertas yang berat kalau mau tadarus lengkap. Sekarang, dengan Al-Qur’an Digital Braille atau aplikasi bantu, kita bisa membawa seluruh isi Al-Qur'an hanya dalam satu genggaman gadget," ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, ada beberapa poin krusial mengapa literasi digital ini sangat penting. Pertama Portabilitas, mudah dibawa ke mana saja (masjid, kantor, atau saat perjalanan). Lalu Fitur Audio, yang membantu memvalidasi mahrijul huruf (pengucapan) melalui suara qori yang terintegrasi. Dan terakhir yaitu kecepatan akses mencari ayat atau surat tertentu hanya butuh hitungan detik melalui fitur pencarian.

Meski teknologi sudah tersedia, Ibrahim tidak menampik adanya tantangan. Masalah utama terletak pada pendampingan literasi teknologi dan harga perangkat pendukung yang terkadang masih sulit dijangkau oleh seluruh lapisan anggota komunitas.

"Harapan kami, pemerintah dan masyarakat luas terus mendukung pengadaan alat-alat bantu ini. Karena bagi kami, Al-Qur'an digital bukan sekadar gaya hidup, tapi jendela kami untuk mengenal ilmu agama lebih dalam," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....