Temuan Belatung, SPPG Dalpenang Minta Maaf Perketat Kontrol Kualitas

  • 10 Mar 2026 07:45 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dalpenang bereaksi cepat menanggapi unggahan viral di platform TikTok mengenai temuan ulat kecil pada satu paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Video yang diunggah oleh salah satu orang tua siswa pada Senin pagi 8 Maret 2026 tersebut langsung ditindaklanjuti dengan permintaan maaf resmi dan penggantian menu.

Kepala SPPG Dalpenang, Atoullah, menyatakan pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mengapresiasi kontrol sosial yang diberikan oleh masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG langsung mengganti dengan mengirimkan paket menu pengganti.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada penerima manfaat dan masyarakat. Kejadian ini benar adanya dan kami sangat menyesalkan hal tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami langsung merespon dengan mengganti menu yang tidak layak sekaligus permohonan maaf," tutur Atoullah.

Atoullah menjelaskan bahwa menu bandeng presto tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan UMKM lokal guna mendorong roda ekonomi di wilayah Sampang. Meski telah melalui proses sortir, ia mengakui adanya satu unit yang luput dari pengawasan kualitas.

"Pemilihan bandeng presto adalah bagian dari diversifikasi gizi agar siswa tidak bosan dengan menu protein yang sudah ada seperti telur, daging ayam, daging sapi, ikan dori, cakalang, hingga udang. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi kami untuk memperketat quality control ke depannya," tambahnya.

Sementara itu, Devi selaku mitra penyedia bahan baku bagi SPPG Dalpenang, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menerapkan prosedur pengujian yang cukup ketat terhadap supplier baru tersebut. Sebelum melakukan pesanan dalam jumlah besar, pihaknya telah melakukan uji ketahanan suhu ruang.

"Kami sudah menerapkan prinsip kehati-hatian. Sebelum menjalin kerja sama, kami telah menguji sampel bandeng presto tersebut dengan mendiamkannya selama dua hari di suhu ruang untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga. Saat itu hasilnya aman dan rasa tetap enak. Namun, gadarullah ternyata ada produk yang tidak standar masuk dalam pengiriman dan luput dari sortir kami," jelas Devi mengakhiri.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Menindaklanjuti insiden ini, SPPG Dalpenang berkomitmen untuk melakukan audit internal terhadap seluruh rantai pasok dan proses pemorsian. Pihak SPPG memastikan akan lebih selektif dalam memilih supplier serta meningkatkan frekuensi pengecekan fisik pada setiap item menu sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah, demi menjamin keamanan gizi para siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....