Hari Perempuan Internasional, Mengenang Sejarah Perjuangan Kesetaraan

  • 08 Mar 2026 17:21 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai momentum untuk menghormati perjuangan perempuan dalam meraih hak, kesetaraan, dan keadilan sosial. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat atas sejarah panjang perjuangan perempuan di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari International Women's Day , Sejarah Hari Perempuan Internasional berakar pada gerakan buruh perempuan pada awal abad ke-20. Pada tahun 1908, sekitar 15.000 perempuan melakukan aksi demonstrasi di New York City, Amerika Serikat, menuntut jam kerja yang lebih pendek, upah yang layak, serta hak untuk memilih dalam pemilu.

Gerakan tersebut kemudian menginspirasi aktivis perempuan asal Jerman, Clara Zetkin, yang pada tahun 1910 mengusulkan gagasan peringatan hari perempuan internasional dalam konferensi perempuan sosialis di Copenhagen, Denmark. Usulan itu mendapat dukungan luas dari para delegasi dari berbagai negara.

Peringatan pertama Hari Perempuan Internasional kemudian dilaksanakan pada tahun 1911 di beberapa negara Eropa, termasuk Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, dengan jutaan orang turun ke jalan menuntut hak perempuan untuk bekerja, memilih, dan menduduki jabatan publik.

Seiring waktu, Hari Perempuan Internasional menjadi simbol perjuangan global. Pada tahun 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi mulai memperingati hari tersebut dan menjadikannya momentum untuk mempromosikan kesetaraan gender di seluruh dunia.

Kini, lebih dari satu abad sejak pertama kali diperingati, Hari Perempuan Internasional tidak hanya mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga menjadi ajakan bagi masyarakat dunia untuk terus memperjuangkan hak perempuan, menghapus diskriminasi, serta memastikan kesempatan yang setara bagi semua.

Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang—mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, hingga ilmu pengetahuan yang terus membentuk masa depan dunia yang lebih adil dan inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....