Pelecehan Seksual Masih Terjadi di Kampus, Komisi E Jateng Perkuat Sosialisasi
- 08 Mar 2026 14:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menyoroti masih adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui sinergi pemerintah, keluarga, hingga masyarakat.
“Komisi E bersama dinas pemberdayaan perempuan terus mengkampanyekan berbagai program pencegahan. Salah satunya melalui Gardu Perak, gerakan terpadu peduli perempuan dan anak, karena kita melihat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih cukup tinggi,” ujar Ida saat ditemui di Kantor DPW PKS Jawa Tengah, Jalan Kelud, Sampangan, Kota Semarang, Minggu 8 Maret 2026.
Anggota Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat ini terus mendorong berbagai program perlindungan perempuan dan anak bersama dinas terkait. Peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius.
Ida menilai, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga penguatan ketahanan keluarga.
Oleh karena itu, pihaknya aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk di sekolah dan kampus.
“Dalam kegiatan itu kami mengangkat tema ketahanan keluarga, karena keluarga menjadi kunci utama dalam melindungi perempuan dan anak,” katanya. Berbagai organisasi masyarakat turut dilibatkan dalam kampanye pencegahan kekerasan seksual.
Salah satunya melalui forum ayah yang mendorong para bapak untuk memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak dan perempuan di lingkungan keluarga.
Selain itu, melalui bidang perempuan dan ketahanan keluarga, PKS Jawa Tengah juga menjalankan program Rumah Keluarga Indonesia sebagai salah satu dari lima program Rumah Perjuangan PKS.
Terkait dugaan pelecehan seksual yang terjadi di kampus, Ida menegaskan kasus semacam itu harus diproses secara hukum. Kemudian, tidak boleh diselesaikan dengan tindakan main hakim sendiri.
“Kalau ada dugaan pelecehan seksual, harus diproses sesuai aturan hukum. Main hakim sendiri tidak bisa ditolerir. Yang terpenting adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan dan keadilan,” tegasnya.
Ia berharap kampus, sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat bekerja sama memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual. "Sehingga angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah dapat ditekan," ungkapnya. (royce)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....