Pastikan Stok Pangan Aman, Pemkot Semarang Gelar 240 Operasi Pasar hingga Lebaran
- 06 Mar 2026 13:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang menggenjot pelaksanaan 240 operasi pasar hingga akhir Ramadan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penguatan intervensi pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Intervensi tersebut diwujudkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat dan pasar pangan murah “Pak Rahman” di Kecamatan Mijen, Jumat, 6 Maret 2026. Program ini digerakkan bersama Satuan Tugas Pangan Kota Semarang dengan mengoptimalkan armada keliling “Pak Rahman” dan “Kempling Semar”.
“Atas hasil koordinasi dengan Satgas Pangan, kami sepakat menambah jumlah operasi pasar yang selama ini dilakukan. Armada kami bergerak setiap hari menyasar 3 sampai 4 lokasi untuk memastikan suplai bahan pangan langsung menjangkau masyarakat di tingkat bawah,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Di Kecamatan Semarang Barat, sebanyak 1,5 ton beras SPHP, 3 ton beras medium, 300 kilogram bawang putih, serta gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras disalurkan dengan dukungan 23 mitra strategis. Sementara, di Kecamatan Mijen, pasokan serupa digelontorkan dengan tambahan stok protein seperti daging dan ayam sesuai kebutuhan warga setempat.
“Di Mijen stoknya lebih lengkap karena permintaan warga akan daging dan ayam cukup tinggi. Berbeda dengan di Semarang Barat yang lebih fokus ke kebutuhan pokok dasar,” ungkapnya.
Upaya konsisten tersebut mulai berdampak pada harga komoditas hortikultura di pasar tradisional. Harga cabai yang sempat menyentuh Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp75.000 per kilogram setelah distribusi dipangkas langsung dari produsen.
“Fluktuasi harga yang mempengaruhi inflasi di Kota Semarang itu terjadi sepanjang tahun, bukan hanya jelang Lebaran. Maka dari itu, Satgas Pangan tidak pernah berhenti bergerak, pemerintah hadir mengawal ketersediaan barang di pasar,” ujarnya.
Agustina menegaskan, keberhasilan menekan inflasi hingga 2,1 persen pada akhir tahun lalu menjadi motivasi untuk menjaga stabilitas harga. “Masa depan kesejahteraan warga salah satunya ditentukan dari keterjangkauan pangan, tugas kami adalah memastikan akses pangan terbuka lebar dan harganya terukur bagi seluruh lapisan masyarakat Semarang,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....