Kapasitas PLTSa Putri Cempo Belum Capai Target, Pemkot Lakukan Evaluasi

  • 05 Mar 2026 14:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta melakukan evaluasi terhadap operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Evaluasi dilakukan karena kapasitas pengolahan sampah saat ini dinilai belum sesuai dengan target kebutuhan kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan saat ini PLTSa Putri Cempo baru mampu mengolah sekitar 50 ton sampah per hari. Sementara produksi sampah harian di Kota Solo diperkirakan mencapai sekitar 300 ton per hari.

Menurut Herwin, kondisi tersebut membuat kapasitas pengolahan PLTSa belum sepenuhnya mampu menampung seluruh timbulan sampah yang ada. Karena itu pemerintah kota mendorong peningkatan kapasitas pengolahan secara bertahap.

“Saat ini kapasitas produksinya baru di 50 ton per hari, sementara produksi sampah harian Kota Solo sekitar 300 ton per hari, sehingga tentu saja belum memadai,” kata Herwin Tri Nugroho dalam Forum Perangkat Daerah, Kamis, 5 Maret 2026 di Ballroom Solo Paragon.

Ia menjelaskan, Wali Kota Surakarta bersama Sekretaris Daerah telah meminta pengelola PLTSa untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dalam waktu dekat. Target awal yang diharapkan dapat dicapai adalah peningkatan hingga 100 ton per hari.

“Dalam waktu dekat, Pak Wali dan Pak Sekda sudah menyampaikan kepada pengelola PLTSa agar meningkatkan kapasitasnya ke angka 100 ton per hari,” ujarnya.

Herwin menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut akan dilakukan secara bertahap. Setelah mampu stabil di angka 100 ton per hari, kapasitas pengolahan diharapkan dapat kembali ditingkatkan hingga 150 hingga 200 ton per hari.

“Kalau nanti sudah bisa stabil di 100 ton per hari tentu akan dinaikkan lagi ke 150 sampai 200 ton per hari,” ucapnya.

Selain melalui PLTSa, pemerintah kota juga memperkuat pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Saat ini fasilitas tersebut sudah tersedia di Kecamatan Jebres dan direncanakan akan dibangun di empat kecamatan lainnya.

Pemkot Surakarta juga sedang menyusun perencanaan pembangunan TPS terpadu untuk mendukung sistem pengelolaan sampah kota. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo.

Herwin menambahkan, penanganan sampah tidak hanya mengandalkan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui peningkatan kesadaran menjaga lingkungan.

“Tentu ini sangat butuh dukungan dari seluruh pihak, terutama masyarakat dengan peningkatan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup,” katanya. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....