Gubernur Pantau Kondisi WNI Sulsel di Timur Tengah

  • 04 Mar 2026 13:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengaku terus memantau kondisi terkini keamanan yang terjadi di Timur Tengah pasca perang antara Amerika Serikat – Israel dan Iran, dimana sejumlah pangkalan militer Amerika diserah rudal di Timur Tengah,ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulsel yang sedang berada di sana, baik itu bekerja atau sedang menempuh Pendidikan.

Hal ini diungkapkan, Andi Sudirman Sulaiman melihat sejumlah pemberitaan , perkembangan kondisi di Timur Tengah, yang memanas sejak Sabtu 28 Februari lalu, dihadapan sejumlah media di kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 4 Maret 2026.

“Kami masih moni⁶tor sekarang dan tentu ada data yang dibutuhkan, koordinasi melalui Dinas Ketenagakerjaan. Kami tetap monitor-monitor semua kejadian itu, termasuk kalau ada warga Sulsel,” kata Andi Sudirman. Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menyatakan, tentunya menjadi penting untuk mendata kembali berapa banyak PMI asal Sulsel yang sedang berada di Timur Tengah untuk kemudian melakukan langkah -langkah selanjutnya, jika kemudian terjadi kejadian darurat. “Ini sangat penting untuk melakukan pendataan, kemudian kami akan memitigasi jika ada kejadian darurat harus bagaimana? Kami melihat perkembanganlah,”paparnya

Terkait adanya Jemaah umroh asal Sulsel , Andi Sudirman mengungkapkan sudah ada imbauan yang dikeluarkan untuk tidak ke sana, karena memang ada pembatalan penerbangan dari pemerintah Arab Saudi, “Saya rasa itu demi keselamatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Sebelumya, PMI asal Sulsel Resti Setiawati menceritakan kondisinya saat ini yang sedang berada di kota Hawalli , Kuwait dimana Iran telah menyerang Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait dan membuat situasi keamanan semakin memanas di sana. Menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait telah memberi arahan buat para WNI yang berada di sana melakukan langkah-langkah ketika terjadi keadaan darurat.

Resti mengaku saat ini kondisi di tempatnya tinggal cukup aman namun suara sirine terdengar beberapa kali terdengar, tentunya cukup khawatir namun tetap beraktifitas seperti biasa.“Sejauh ini masih aman, tapi memang beberapa kali terdengar bunyi tanda sirine siaga menandakan ada rudal yang sedang lewat , kadang juga terdengar suara ledakan. Warga di sini juga membatasi beraktifitas di luar, Pemerintah setempat responnya juga cepat, KBRI juga aktif memberikan imbauan“terangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....