Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar Dimulai dengan Ground Breaking

  • 03 Mar 2026 14:29 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar - Pembangunan Sabo Dam di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, akhirnya dimulai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Selasa 3 Maret 2026. Sabo Dam ini merupakan bangunan pengendali lahar atau sedimen di kawasan Gunung Marapi yang diharapkan dapat mengurangi risiko bencana banjir bandang dan galodo di daerah tersebut.

Bencana banjir bandang dan galodo akibat erupsi Gunung Marapi pada 11 Mei 2024 lalu telah merusak infrastruktur seperti rumah, sekolah, dan jembatan di wilayah Kabupaten Tanah Datar. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, membangun Sabo Dam sebagai upaya mitigasi bencana.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan ground breaking Sabo Dam ini. "Alhamdulillah, dari 40 usulan yang dibutuhkan Tanah Datar, Pemerintah Pusat menyetujui 6 Sabo Dam, dimana hari ini dilaksanakan seremonial dimulai pembangunannya," ujarnya.

Eka Putra meminta OPD terkait di Pemda Tanah Datar, Camat, dan Wali Nagari untuk terus mendukung dan mengawal pembangunan Sabo Dam tersebut. "Dukungan OPD, Camat, dan Wali Nagari serta masyarakat sangat diharapkan, sehingga pembangunan Sabo Dam bisa berjalan baik, dan selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan," pesannya.

Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan Sabo Dam ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Tanah Datar. "Bencana 2024 sama 2025 berbeda, namun tetap menjadi perhatian pak Presiden untuk percepatan pembangunannya, seperti Sabo Dam ini," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan bahwa pembangunan Sabo Dam ini berkat kegigihan Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Tanah Datar. "Saya melihat, pak Bupati Tanah Datar ini sangat nyinyir sekali untuk meminta bantuan ke Pemerintah Pusat seperti Sabo Dam ini," ujarnya.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa Sabo Dam ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga wujud tanggung jawab negara dalam mengatasi risiko bencana. "Kegiatan ini sebagai wujud dan tindak lanjut tanggung jawab negara, dan sesuai petunjuk dari Presiden, Kementerian PU akan membangun Sabo Dam sebagai bukti konkrit dalam mengurangi risiko banjir dan sedimen kepada daerah terdampak," sampainya.

Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar direncanakan sebanyak 5 unit, dengan total dana Rp249,8 miliar. Dody berharap dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah ataupun masyarakat, dalam pelaksanaan pembangunan Sabo Dam tersebut. "Saya harap dukungan semua pihak termasuk masyarakat, terutama dalam hal pembebasan lahan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....