Inflasi Tahun Sulbar pada Februari 2026 Capai 5,15 Persen
- 03 Mar 2026 09:32 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat inflasi secara tahunan atau year on year (y-on-y) periode Februari 2026 diangka5,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,53.
Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan inflasi tersebut dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama masyarakat.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” kata Suri Handayani, dalam rilis Berita Resmi Statistik, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 5,33 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat lebih tinggi yakni 16,72 persen.
Secara rinci, beberapa komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi, terutama tarif listrik yang menyumbang 2,23 persen. Selanjutnya ikan cakalang memberikan andil 0,47 persen, diikuti ikan layang sebesar 0,44 persen, emas perhiasan turut menyumbang inflasi sebesar 0,43 persen dan komoditas beras memberikan andil sebesar 0,37 persen.
“Di sisi lain, beberapa komoditas justru memberikan andil deflasi atau menahan laju inflasi. Komoditas tomat tercatat memberi andil deflasi sebesar minus 0,46 persen, disusul cabai merah minus 0,14 persen sementara komoditas jagung manis, wafer, dan baju muslim wanita masing-masing menyumbang deflasi sebesar minus 0,03 persen,” jelasnya.
BPS Sulawesi Barat menilai dinamika harga komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan inflasi di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....