Cegah Balap Liar, Polres Purworejo Fasilitasi Atlet E-Sport Lokal

  • 02 Mar 2026 09:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Fenomena tawuran, perang sarung, hingga balap liar yang kerap meresahkan masyarakat diantisipasi melalui pendekatan hobi. Polres Purworejo memilih menggelar Kapolres Purworejo E-Sport Championship 2026 sebagai wadah pengalihan energi negatif bagi generasi muda.

Kompetisi ini berlangsung di Mapolres Purworejo selama dua hari Senin 2 Maret 2026, membidik pelajar dan mahasiswa agar tetap produktif serta memiliki akhlak mulia melalui persaingan yang sehat.

Sebanyak 780 peserta terlihat memadati area perlombaan dengan penuh antusias. Panitia mengusung tema Ramadan Sportif, Battle di Game Bukan di Jalanan untuk mengingatkan para pemain bahwa persaingan sejati ada pada strategi permainan, bukan kekerasan fisik.

Ketua ESI Purworejo, Roni Sumhastomo, menegaskan bahwa turnamen ini memiliki misi jangka panjang bagi ekosistem olahraga elektronik di daerah. Ia menepis anggapan bahwa kegiatan ini hanya sekadar kumpul-kumpul atau main bareng tanpa tujuan.

"Melalui momentum bersejarah ini, kami membangun satu jaringan kolaboratif yang kuat untuk mengembangkan kemampuan E-Sport di Kabupaten Purworejo. Kami membantu karier dan meningkatkan skill generasi muda di bidang E-Sports," ujarnya

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, turut meninjau langsung jalannya pertandingan dan memberikan semangat kepada para atlet muda. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap aktivitas kreatif yang mampu menekan angka kriminalitas jalanan.

"Polres Purworejo menghadirkan ruang yang positif, kreatif, dan produktif bagi generasi muda di Kabupaten Purworejo. Kami mengarahkan energi, adrenalin, dan semangat kompetisi kalian ke tempat yang tepat. Silakan adu strategi dan adu skill di dalam game bukan di jalan raya," kata AKBP Windy.

Pihak kepolisian menyiapkan total hadiah sebesar Rp9 juta serta 42.500 Diamond untuk memacu semangat kompetisi. Pemenang utama berhak membawa pulang uang tunai Rp4 juta, 15.000 Diamond, trofi, hingga sertifikat penghargaan resmi.

Minat peserta terhadap ajang ini tergolong sangat tinggi dengan total 860 pendaftar dari 172 tim. Namun, setelah melewati proses verifikasi teknis, hanya 156 tim dari jenjang SMP hingga perguruan tinggi yang dinyatakan lolos untuk bertanding menggunakan sistem gugur.

Salah satu tim dari SMAN 11 Purworejo mengaku bangga bisa menjadi bagian dari turnamen resmi ini. "Rasanya bangga bisa mewakili sekolah dalam kejuaraan. Semoga kegiatan seperti ini terus dapat dilaksanakan," ucapnya

Sebelum bertanding, seluruh peserta secara serentak mengucapkan deklarasi anti-kekerasan. Mereka berkomitmen menolak tawuran, perang sarung, balap liar, hingga petasan.(ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....