Dinkes Sulbar Pastikan Ketersediaan Obat di Fasilitas Kesehatan
- 01 Mar 2026 10:13 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, memastikan ketersediaan obat-obatan program tetap terjamin dan dapat diakses masyarakat secara gratis melalui fasilitas kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan dan SDM Kesehatan DKPPKB Sulbar, Darmawiyah, dalam wawancaranya, Sabtu , 28 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan provinsi berperan memberikan dukungan terhadap rumah sakit dalam penyediaan obat program seperti TBC, kusta, HIV, dan gangguan jiwa. Namun, penyalurannya tetap melalui mekanisme satu pintu di Dinas Kesehatan kabupaten masing-masing.
"Nah kami di Provinsi Sulawesi Barat untuk rumah sakit kami sebatas memberikan support atau bantuan di obat-obat program termasuk itu obat TBC, kusta, begitu juga dengan jiwa. Tapi kami tidak serta-merta langsung mendrop ke rumah sakit, itu pun harus melalui satu pintu di Dinas Kesehatan kabupatennya masing-masing," ujarnya.
Ia menegaskan, obat-obatan program tersebut tersedia sesuai distribusi dari pemerintah pusat dan diberikan tanpa biaya kepada masyarakat dan dapat diakses oleh masyarakat di Puskesmas hingga Rumah Sakit.
"Pengobatannya itu insya Allah siap di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat sesuai dari dropping pusat dan semua gratis, dan masyarakat bisa mendapatkannya di fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas sampai rumah sakit," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa proses pengadaan obat program diawali dengan usulan dari Dinas Kesehatan kabupaten yang kemudian diteruskan ke Kementerian Kesehatan melalui provinsi. Setelah itu, Kementerian Kesehatan akan mendistribusikan obat sesuai data kebutuhan pasien yang diusulkan di daerah.
"Untuk obat-obat program kami mendapat usulan, tahapannya itu harus ada usulan dari teman-teman yang ada di Dinas Kesehatan kabupaten, kemudian provinsi teruskan ke Kementerian Kesehatan," katanya.
Ia memastikan, ketersediaan obat program dijamin sesuai kebutuhan pasien yang terdata di masing-masing daerah.
"Insya Allah kami menjamin ketersediaannya, karena harus sesuai dengan kebutuhan pasien atau berapa yang terdiagnosis di masyarakat kita," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....