Investasi IMIP Tembus Rp696,9 Triliun Serap Ribuan Tenaga Kerja

  • 26 Feb 2026 00:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mencatat total investasi hingga akhir 2025 sebesar USD 41,483 miliar atau setara Rp696,91 triliun (kurs Rp16.800). Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar USD 29,6 miliar.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menyatakan lonjakan investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekosistem industri yang dibangun di Morowali.

“Investasi di kawasan IMIP terus meningkat secara konsisten. Pertumbuhan ini juga berdampak langsung pada peningkatan serapan tenaga kerja,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.

Investasi tersebut mencakup pengembangan hilirisasi nikel, pembangunan infrastruktur kawasan, serta ekspansi tenant manufaktur. Saat ini, terdapat 52 perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP dengan pengembangan industri terpadu dari pengolahan nikel, produksi stainless steel dan carbon steel, hingga bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global transisi energi. Nikel menjadi komponen utama dalam produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan nikel sulfat yang digunakan untuk baterai kendaraan listrik, seiring meningkatnya komitmen global terhadap dekarbonisasi dan energi terbarukan.

Dari sisi ketenagakerjaan, pertumbuhan investasi tersebut berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja nasional. Hingga akhir Januari 2026, jumlah pekerja Indonesia di kawasan IMIP tercatat mencapai 89.849 orang.

Berdasarkan data Departemen Human Resources PT IMIP, sebanyak 82.637 karyawan atau sekitar 92 persen berasal dari Sulawesi, sementara 7.212 pekerja (8 persen) berasal dari luar Sulawesi, termasuk Pulau Jawa dan wilayah lainnya di Indonesia.

Tenaga kerja asal Sulawesi Tengah mendominasi dengan jumlah 26.935 orang, di mana 14.613 di antaranya merupakan warga lokal Morowali. Kondisi ini menunjukkan kontribusi langsung kawasan industri terhadap peningkatan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ke depan, IMIP menargetkan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui peningkatan pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta kemitraan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi,” tambah Yulius Susanto.

IMIP juga menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna memastikan keberlanjutan operasional kawasan industri serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....