Program Magang Perkuat Kompetensi Siswa Hadapi Industri

  • 25 Feb 2026 23:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan. Kegiatan pelatihan kerja praktis di perusahaan dinilai sebagai langkah strategis untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Melalui program PKL, siswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata di lingkungan kerja profesional. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Dosen LP3I Surabaya, Drs. Dradjat Poespito, menjelaskan bahwa magang merupakan aktivitas pelatihan kerja praktis yang dilakukan di perusahaan dalam jangka waktu tertentu. “Magang merupakan pelatihan kerja praktis di perusahaan selama 3 hingga 6 bulan bagi pelajar, mahasiswa, maupun lulusan baru untuk menerapkan teori ke praktik nyata,” ujarnya dalam wawancara bersama Pro1, Rabu 25 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa PKL menjadi kebutuhan penting khususnya bagi siswa sekolah kejuruan. “Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau banyak orang menyebutnya dengan magang, ini diperlukan sekali untuk siswa sekolah kejuruan,” kata Dradjat. Menurutnya, program tersebut bertujuan memastikan lulusan memiliki standar mutu keterampilan yang jelas dan terukur.

Dradjat juga menyoroti perubahan durasi magang yang kini semakin panjang dibandingkan sebelumnya. “Dulu cuma 3 bulan lamanya magang. Kini menjadi 6 bulan,” ungkapnya. Ia menilai durasi enam bulan memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk memahami budaya kerja serta beradaptasi dengan lingkungan industri.

Dengan pengalaman tersebut, siswa diharapkan siap terjun langsung ke dunia usaha maupun dunia industri. “Maka setelah magang/PKL diharapkan bisa mengisi untuk kerja di dunia usaha maupun dunia industri,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa PKL bukan sekadar kegiatan formal pendidikan, melainkan investasi masa depan siswa.

Selain pengalaman di perusahaan, kegiatan internal maupun eksternal sekolah turut memperkuat pembentukan karakter dan kompetensi siswa. “Belum ditambah pengalaman kegiatan-kegiatan intern maupun ekstern dalam bentuk kegiatan sekolah,” tambah Dradjat, menekankan pentingnya pembelajaran yang terintegrasi.

Ia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas lulusan. “Semua ini adalah upaya pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan agar mutu kelulusan siswa tidak diragukan lagi,” tuturnya. Secara keseluruhan, program PKL diharapkan mampu meningkatkan hard skill dan soft skill siswa sekaligus menjadi jembatan efektif menuju karier profesional di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....