Dewa Wiwin: HIPMI Bali Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
- 25 Feb 2026 17:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Di tengah dinamika ekonomi global yang memengaruhi stabilitas pasar nasional dan daerah, HIPMI Bali menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam menjaga daya tahan ekonomi Bali. Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) BPD HIPMI Bali, I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, yang akrab disapa Dewa Wiwin, menyatakan bahwa pengusaha muda harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar pelaku usaha.
Menurut Dewa Wiwin, tantangan ekonomi saat ini tidak bisa disikapi dengan pendekatan biasa. Fluktuasi pasar global, perubahan perilaku konsumsi, serta kehati-hatian investor menuntut kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah dan dunia usaha.
“Pengusaha muda tidak boleh hanya menunggu kebijakan. Kita harus aktif memberi solusi, menyampaikan data lapangan, dan membangun kolaborasi yang nyata. HIPMI harus menjadi bagian dari solusi, bukan penonton dinamika ekonomi,” katanya ditemui RRI.CO.ID di Denpasar, Rabu 25 Februari 2026).
Ia menilai Bali memiliki karakter ekonomi yang unik karena sangat dipengaruhi sektor pariwisata dan konsumsi domestik. Ketika terjadi tekanan eksternal, dampaknya cepat terasa pada sektor riil, mulai dari tingkat hunian, perputaran UMKM, hingga arus investasi.
Karena itu, penguatan internal organisasi menjadi prioritas. Dewa Wiwin menekankan bahwa HIPMI Bali harus bertransformasi menjadi wadah yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga kuat dalam analisis dan rekomendasi kebijakan.
“Kita ingin HIPMI Bali menjadi pusat gagasan ekonomi daerah. Setiap masukan kepada pemerintah harus berbasis data dan realitas di lapangan, bukan sekadar opini,” ujarnya.
Selain strategi dan kolaborasi, ia menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama dunia usaha. Menurutnya, stabilitas ekonomi tidak hanya ditentukan oleh angka pertumbuhan, tetapi juga oleh kualitas moral dan tata kelola pelaku usaha.
“Kepercayaan adalah mata uang paling mahal dalam dunia usaha. Tanpa integritas, tidak ada keberlanjutan. Bisnis bisa bertumbuh karena strategi, tetapi hanya bertahan karena kepercayaan,” kata Dewa Wiwin.
Lebih lanjut, ia mendorong pengusaha muda Bali untuk memperkuat efisiensi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor sebagai respons terhadap tekanan ekonomi. Momentum ini, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk membangun daya saing jangka panjang.
“Ini waktunya konsolidasi dan strategi. Jika kita solid dan memiliki arah yang jelas, tekanan ekonomi justru bisa menjadi momentum penguatan,” pungkasnya.
Dengan sikap tersebut, HIPMI Bali menegaskan kesiapan menjadi mitra kritis sekaligus strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas. HIPMI Bali juga mendorong keberlanjutan ekonomi Bali di tengah ketidakpastian global
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....