Warga Dekai Berhasil Gagalkan Upaya Pembakaran Ambulans
- 16 Feb 2026 22:38 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Ketegangan menyelimuti Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (14/2/2026) malam. Dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim nyaris dibakar oleh dua orang tak dikenal (OTK). Warga setempat bertahan dan melakukan negosiasi demi menyelamatkan satu-satunya akses layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.05 WIT. Dua OTK mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim sambil membawa bahan bakar jenis solar di dalam botol air mineral berukuran 1.600 ml. Keduanya mengancam akan membakar bangunan puskesmas beserta dua unit ambulans yang terparkir di halaman.
Menurut keterangan saksi Luter Matuan (40), Kepala Desa Kurima, pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua unit ambulans, masing-masing berjenis Mitsubishi Triton putih dan Suzuki APV Arena putih dengan nomor polisi PA 6434 Y.
“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ujar Luter, menggambarkan kepanikan warga malam itu.
Warga kemudian berkumpul dan melakukan pendekatan persuasif agar pembakaran tidak terjadi. Untuk meredam situasi, saksi mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada para pelaku di jalan masuk puskesmas. Setelah menerima uang tersebut, kedua OTK membatalkan aksinya dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala.
Keesokan harinya, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026, bergerak menuju lokasi kejadian. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.
Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar. Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik-titik siraman solar di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran.
Usai olah TKP, dua unit ambulans dikawal petugas menuju RSUD Dekai guna memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026,Brigjen. Pol. Faizal Ramadhani menegaskan, aparat tidak akan membiarkan fasilitas publik menjadi sasaran intimidasi.
“Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes. Pol. Adarma Sinaga menyebut, respons cepat personel di lapangan menjadi kunci mencegah eskalasi situasi.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan,” katanya.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Para saksi juga telah diarahkan untuk membuat laporan resmi guna melengkapi proses penyidikan.
Peristiwa ini menegaskan betapa vitalnya fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman. Ketika ambulans nyaris dibakar, yang terancam bukan hanya kendaraan, melainkan juga akses hidup masyarakat. Aparat berharap, melalui pengamanan dan penegakan hukum berkelanjutan, stabilitas keamanan di Dekai tetap terjaga sehingga pelayanan publik dapat berjalan tanpa gangguan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....