Meraih Keberkahan dalam Hidup
- 16 Feb 2026 08:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Keberkahan dalam hidup tidak selalu diukur dari banyaknya harta, jabatan, atau popularitas. Hal tersebut disampaikan Ustadz Dr. Shofiyulloh, M.H.I dalam dialog interaktif Mutiara Pagi di RRI Purwokerto.
Menurutnya, kehidupan manusia selalu mengalami pasang surut, sehingga yang paling penting bukan sekadar sukses secara lahiriah, tetapi bagaimana hidup itu memiliki nilai keberkahan di mata Allah. Ustadz Shofiyulloh menjelaskan bahwa orientasi hidup seorang muslim adalah mencari rida Allah dan keberkahan dalam setiap aktivitas.
“Keberkahan itu bukan identik dengan kekayaan atau jabatan, tetapi kebaikan yang bertambah, ada manfaat bagi orang lain, dan mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.
Ustadz menegaskan bahwa ilmu, pekerjaan, maupun keluarga akan bernilai jika dijalani dengan niat ibadah dan akhlak yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, keberkahan juga bisa ditemukan pada hal-hal yang tampak sederhana.
Ustadz Shofiyulloh mencontohkan bahwa sakit, hidup di desa, atau kondisi yang dianggap kurang nyaman justru bisa menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah dan juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menilai kesuksesan dari tampilan luar. Menurutnya, banyak orang terlihat ideal secara materi, tetapi rumah tangganya tidak bahagia.
“Keberkahan itu ukurannya adalah ketenangan hati, manfaat bagi orang lain, dan taqarub kepada Allah. Bukan semata-mata kaya atau terkenal,” kata Ustadz Shofiyulloh.
Sebagai penutup, Ustadz Shofiyulloh mengajak masyarakat menjadikan keberkahan sebagai tujuan utama hidup. Ia menekankan pentingnya niat yang lurus, usaha yang halal, serta kebiasaan berbagi dan bersyukur.
“Tidak semua yang bertambah itu baik, tetapi yang berkah itulah yang membawa kebaikan dunia dan akhirat,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....