Lampung Klaim Rasio Dapur MBG Tembus di Atas 100 Persen

  • 15 Feb 2026 20:59 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Provinsi Lampung menjadi daerah tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan infrastruktur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya pada kegiatan Pelatihan Juru Masak Bersama Master (Masamo) Tahun 2026 di SPPG Rajabasa 3, Kecamatan Rajabasa, Minggu 15 Februari 2026.

Gubernur menjelaskan, pemenuhan pengadaan dapur MBG di Lampung telah melampaui target. “Saya laporkan, Lampung hari ini menjadi provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan pengadaan dapur MBG. Rasio kita sudah di atas 100 persen dari target,” ujarnya.

Ia memaparkan, program MBG di Lampung menyasar sekitar 2,7 juta penerima manfaat, mulai dari siswa TK hingga SMA, santri pondok pesantren, balita, hingga ibu hamil. Gubernur memastikan ketersediaan bahan baku aman karena Lampung merupakan daerah surplus pangan.

“Sumber pangan Lampung luar biasa. Ayam surplus, telur surplus, beras dan sayuran juga surplus. Tidak ada cerita kekurangan bahan makanan,” tegasnya.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan kualitas gizi harus diimbangi dengan cita rasa dan kreativitas, agar makanan MBG benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak.

“Anak-anak itu nomor dua gizi, nomor satu enak dulu. Kalau tidak enak, mereka tidak mau makan. Saya ingin mereka lulus sekolah dengan kenangan bahwa makanan MBG itu enak dan membanggakan,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi inovasi Kementerian Ekonomi Kreatif yang menghadirkan chef profesional untuk meningkatkan standar kualitas pengelolaan dapur MBG. Ia berharap pelatihan Masamo dapat memperkuat keterampilan juru masak, sekaligus meningkatkan kualitas layanan MBG di Lampung.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi capaian Pemprov Lampung yang telah membangun 1.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jangkauan 2,7 juta penerima manfaat. Menurut Menteri, capaian tersebut selaras dengan visi Presiden dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.

Secara nasional, pemerintah menargetkan lebih dari 83 juta penerima manfaat melalui 30.600 SPPG pada tahun ini. Menteri menilai, program MBG bukan hanya intervensi gizi, namun juga dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, hingga jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....