OJK: Kredit Produktif dan Investasi di Lampung Terus Menguat pada Semester I 2026

  • 10 Jul 2026 18:00 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mencatat sektor jasa keuangan di Lampung tetap menunjukkan kinerja positif hingga Semester I 2026. Pertumbuhan kredit produktif, pembiayaan UMKM, dan peningkatan minat investasi masyarakat menjadi indikator menguatnya fungsi intermediasi perbankan di tengah dinamika ekonomi global.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengatakan kondisi sektor jasa keuangan di Lampung masih sehat, resilien, serta mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kondisi sektor jasa keuangan Lampung hingga Semester I 2026 tetap sehat, resilien, dan mampu menjaga fungsi intermediasi. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Fokus kami bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan sektor jasa keuangan benar-benar hadir mendukung masyarakat, UMKM, dan pembangunan daerah," ujar Otto, di Bandarlampung, Jumat 10 Juli 2026.

Data OJK menunjukkan penyaluran kredit perbankan di Lampung mencapai Rp114,57 triliun atau tumbuh 5,35 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit modal kerja sebesar Rp54,64 triliun, kredit investasi Rp18,93 triliun yang tumbuh paling tinggi sebesar 9 persen, serta kredit konsumsi Rp40,99 triliun. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,73 persen dan NPL net 1,31 persen. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp75,20 triliun atau tumbuh 8,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada sektor UMKM, OJK mencatat pembiayaan kepada pelaku usaha kecil terus meningkat. Hingga Mei 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp4,35 triliun atau tumbuh 6,15 persen dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 73.787 debitur. Penyaluran terbesar berada di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

Di sisi investasi, minat masyarakat Lampung terhadap pasar modal juga terus bertambah. Jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 203.565 investor dengan akumulasi nilai transaksi saham sebesar Rp3,22 triliun hingga Maret 2026.

Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK Lampung juga memperkuat literasi dan perlindungan konsumen. Sepanjang Semester I 2026, OJK telah menggelar 35 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti 8.315 peserta dari berbagai kalangan. OJK juga memberikan 4.660 layanan konsumen dan memproses 11.620 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Lampung turut menjalankan berbagai program inklusi keuangan, mulai dari penguatan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan Bank Sampah Sekolah, hingga Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS). OJK optimistis sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan media akan semakin memperkuat peran sektor keuangan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....