Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan Nunukan Edukasi Virus Nipah

  • 14 Feb 2026 10:26 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Meski belum ditemukan virus nipah di Kabupaten Nunukan, Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan dan Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Wilayah Kerja Kabupaten Nunukan melakukan sosialisai mengenai virus nipah di Kantor BP3MI Kalimantan Utara. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan dokter Baharullah mengatakan berdasarkan Surat Edaran, pihaknya telah melaksanakan pertemuan lintas sektor sekaligus melakukan koordinasi terkait langkah-langkah apa saja yang diambil untuk mengantisipasi dalam rangka waspada terhadap virus nipah melalui pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. dokter Baharullah menjelaskan bersama Karantina Hewan dan Tumbuhan Wilayah Kerja Kabupaten Nunukan dan Balai Karantina Kesehatan wilayah kerja Pelabuhan Tunon Taka telah memberikan pemaparan mengenai apa dan bagaimana penyebaran virus nipah ini, seperti mulai dari kelelawar, kemudian menginfeksi babi, lalu virus babi ini bisa menyebar ke manusia.

“Menyebar ke manusia lalu kemudian menyebar juga dari manusia ke manusia, untuk dari manusianya itu tadi kami menyampaikan apa gejalanya, masa inkubasinya dan hal-hal yang perlu diketahui oleh stakeholder yang ada di pelabuhan seperti itu tadi yang kita sampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan tadi”, ucapnya, Sabtu, (14/2/2026).

Ia juga mengatakan virus nipah ini sama dengan infeksi-infeksi yang lain, oleh sebab itu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah suhu tubuhnya, setiap kedatangan atau pelaku perjalanan dapat melakukan skrenning dengan pemeriksaan termoscanner yang sudah kita tentukan.

“Diatas suhu yang kita tentukan maka itu akan berbunyi alarmnya dan kita melakukan wawancara, interview lebih lanjut kemudian kalau memang ada yang mengarah kesana tentu kita akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Yang pertama ada demam, ada gangguan pernapasan, bahkan kalau sudah memberat itu bisa ada penurunan kesadaran atau gangguan kesadaran”, ujarnya.

Ia menambahkan jika sudah terinfeksi virus nipah dapat menimbulkan kematian, angka kematian yang dinamakan fatalitas atau mortalitas dari virus nipah ini lebih besar daripada virus Covid, jadi kalau ada yang terinfeksi kemungkinan mortalitas kematian lebih tinggi daripada virus Covid. (DR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....