Jelang Ramadhan, Masyarakat Diminta Tidak Lakukan Panic Buying
- 09 Feb 2026 21:01 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju– Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian panik atau panic buying meski terjadi kenaikan harga bahan pangan.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mamuju, Shyfa Aulia Rahmi, dalam dialog interaktif RRI Mamuju, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa menjelang Ramadhan, kenaikan harga pangan yang disebabkan oleh peningkatan permintaan bahan pangan merupakan hal yang wajar dan masyarakat diminta untuk tidak panik.
"Jadi menjelang Ramadan ini dinamika harga itu pasti ada, karena permintaan itu bertambah. Tapi masyarakat itu jangan panik," ujarnya.
Shyfa juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak agar tidak menganggu stabilitas harga yang justru merugikan semua pihak. Menurutnya, kenaikan harga jelang ramadhan bersifat musiman dan tetap terkendali.
"Bijaklah dalam berbelanja, karena tadi seperti yang disampaikan Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, bahwa stok kita ini sebenarnya aman, yang bikin tidak aman itu adalah panic buying-nya itu. Jadi, inflasi yang bersifat musiman ini biasanya dapat kita kendalikan," jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Adnan, memastikan bahwa pihaknya akan menjamin ketersediaan pangan selama bulan suci Ramadhan. Sementara itu, Masyarakat juga diminta untuk menjaga pola belanja sesuai dengan kebutuhan.
"Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat itu menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Mari kita sambut Ramadan dengan tenang, kami jaga pasokannya, masyarakat jaga pola belanjanya," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....