Cerita Dosen Unsoed Ikuti Perayaan Imlek di Taiwan
- 09 Feb 2026 11:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Taiwan kembali menghadirkan suasana meriah di berbagai wilayah. Sejak beberapa pekan menjelang hari raya, kota-kota di seluruh pulau dipenuhi lampion warna-warni, bazar musiman, serta festival budaya yang menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman, Sulistyandari, SE., M.Si., mengatakan Imlek di Taiwan bukan sekadar penanda pergantian tahun lunar. Menurutnya, perayaan ini juga menjadi momen ketika ruang-ruang publik berubah menjadi pusat aktivitas budaya dan kebersamaan masyarakat.
“Dari Taipei di utara hingga Kaohsiung di selatan, masyarakat menyambut tahun baru dengan cahaya lampion, kuliner khas, dan berbagai kegiatan komunitas,” ujar Ndari, sapaan akrab Sulistyandari, saat bincang jarak jauh dengan Ir. H. Alief Einstein, M.Hum., dari kafapet-unsoed.com. Ndari saat ini tengah menempuh studi doktoral di National Yunlin University of Science and Technology (NYUST), Douliu, Yunlin, Taiwan.
Salah satu daya tarik utama Imlek di Taiwan adalah festival lampion yang digelar di sejumlah kota besar. Taipei Lantern Festival dan Kaohsiung Lantern Festival kembali menjadi agenda tahunan yang dinantikan, sementara Taiwan Lantern Festival berskala nasional dijadwalkan berlangsung di Chiayi pada awal Maret 2026.
Instalasi lampion raksasa, ornamen tematik, serta jalur cahaya malam hari menjadi simbol harapan dan keberuntungan bagi masyarakat. Pameran cahaya ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan visual, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat suasana perayaan.
Ndari menambahkan, Kota Kaohsiung menghadirkan warna berbeda dalam perayaan Imlek tahun ini. Di kawasan Love River Bay, festival musim dingin bertajuk Kaohsiung Wonderland menarik perhatian dengan mengusung tema Ultraman yang memadukan budaya populer dengan tradisi tahun baru.
Selain festival besar, suasana Imlek juga terasa kuat melalui bazar dan pasar malam. Di berbagai kota, pasar malam tampil lebih semarak dengan dominasi dekorasi merah dan emas, penjualan ornamen keberuntungan, serta sajian kuliner khas Imlek seperti jajanan jalanan Taiwan, kue beras manis, dan manisan tradisional.
Di Taipei, kawasan Dihua Street kembali menjadi ikon perayaan Imlek. Bazar tahunan yang digelar mulai 31 Januari hingga 15 Februari 2026 ini selalu dipadati pengunjung yang berburu jajanan tradisional, buah kering, manisan, hingga aneka dekorasi merah sebagai perlengkapan menyambut tahun baru.
Imlek juga identik dengan hidangan khas yang sarat makna filosofi. Pangsit melambangkan kekayaan, ikan menjadi simbol kelimpahan, jeruk diasosiasikan dengan kemakmuran, mie panjang melambangkan umur panjang, sementara kue keranjang atau nian gao dimaknai sebagai doa peningkatan rezeki dan keharmonisan keluarga.
Kemeriahan perayaan tidak hanya terpusat di kota besar. Di Douliu, Yunlin, tempat Ndari tinggal, suasana Imlek terasa lebih sederhana namun hangat, dengan lampion menghiasi jalan utama, festival cahaya berskala lokal, serta pasar malam yang ramai dikunjungi warga.
Imlek 2026 di Taiwan kembali menegaskan kuatnya tradisi yang berpadu dengan kreativitas modern. Dari festival urban di Kaohsiung, bazar ikonik di Dihua Street, hingga perayaan komunitas di kota-kota kecil, Imlek menjadi momen kebersamaan yang menyatukan harapan dan semangat menyambut tahun baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....