Virus Nipah, Yuk Kenali Gejalanya
- 07 Feb 2026 20:02 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Teminabuan – Virus nipah mulai muncul di India beberapa waktu lalu sehingga banyak Negara mulai waspada potensi pandemi. Virus nipah ini bukan sesuatu yang baru, pertama kali ditemukan tahun 1999 di sebuah peternakan babi di Malaysia, ketika itu peternak babi mengalami gejala yang dikira awalnya merupakan peradangan otak, tapi kemudian diketahui bahwa ternyata virus ini dibawah oleh kelelawar, khusunya jenis dari flying fox atau kelelawar kalong.
Penularan dari virus ini adalah dari hewan ke manusia atau Zoonosis, terutama lewat kontak langsung dengan kelelawar atau dari air liur kelelawar. Bisa juga ketika kita memakan buah yang terkontaminasi dari air liur kelelawar tersebut, atau kontak dengan hewan lain yang terinfeksi misalnya babi.
Jadi gejala dari virus Nipah ini adalah biasanya gejala muncul antara 3 – 14 hari, awalnya gejalan infeksi virus yang tidak spesifik, mulai dari demam, sakit kepala, radang tenggorokan, batuk pilek. Tapi kemudian gejala bisa dengan cepat menjadi lebih serius yaitu berupa adanya kebingungan, mulai mengantuk, disorientasi dan disinilah mulai melibatkan sistem saraf pusat yaitu berupa ensefalitis.
Oleh karena itulah sebenarnya Mortality rate atau angka kematian akibat infeksi nipah ini tinggi antara 40 – 75 Persen dan karena ini infeksi virus, belum ada obat spesifik maupun belum ada vaksin juga yang ditemukan untuk virus nipah ini.
Meskipun virus nipah belum terdeteksi di Indonesia, anda perlu tetap waspada. Jika mengalami gejala masalah pernapasan, sakit kepala berat, demam, batuk, nyeri otot, segera hubungi dokter, terutama setelah kontak dengan hewan atau orang yang diduga terinfeksi virus Nipah, atau setelah bepergian ke daerah yang sedang mengalami wabah
Virus nipah saat ini outbreaknya di India dan dilaporkan belum ada ditemukan di Indonesia. Jadi selalu waspada dan jaga kesehatan kita
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....