Maret 2026, Menteri LH Proyeksikan Groundbreaking PSEL Bali
- 07 Feb 2026 17:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung - Pemerintah Pusat mengadakan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah sebagai solusi permanen penanganan sampah. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa aglomerasi Denpasar dan Kabupaten Badung akan menjadi wilayah pertama yang melakukan groundbreaking pada Maret 2026 mendatang.
Selain Bali, gelombang pertama proyek PSEL ini juga mencakup wilayah DIY, aglomerasi Bekasi (Kabupaten/Kota), dan Bogor. "Proyek ini harus presisi karena peminatnya sangat banyak. Untuk enam wilayah lainnya, proses pengadaan barang dan jasa diproyeksikan selesai pada November mendatang," ujar Hanif Faisol Nurofiq di Badung, Jumat 6 Februari 2026.
Pemerintah juga tengah menginventarisasi 25 kabupaten/kota atau aglomerasi yang memiliki karakteristik sampah 600 hingga 1.000 ton per hari untuk diusulkan dalam proyek PSEL selanjutnya. Proyek strategis ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, mulai dari ketersediaan teknologi oleh BRIN dan kementerian Dikti Saintek, regulasi dari Menteri ESDM, hingga pendanaan yang dikerjasamakan dengan Bappenas, PU, LHK, dan Mendagri.
Menteri LH menyoroti capaian pengelolaan sampah nasional saat ini yang baru berada di angka 24%. Padahal, target RPJMN tahun 2026 dipatok sebesar 63%. "Bilmana kita mampu mengaktifkan semua fasilitas di kabupaten/kota termasuk Badung dan Denpasar, angka pengelolaan bisa naik ke 57%. Sisanya akan kita kejar melalui penegakan hukum dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi)," tambahnya.
Guna memperkuat edukasi di masyarakat, pemerintah menggandeng jajaran penyuluh BKKBN di bawah koordinasi Menteri Wiheji. Sebanyak 600 personel akan dikerahkan untuk melakukan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga dari pintu ke pintu (door-to-door). Upaya komprehensif ini diharapkan mampu menuntaskan permasalahan sampah nasional secara bertahap hingga tahun 2029.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....